Monthly Archives: November 2009

Semiotika 2

Semiotika Oleh Ferdinand de Sausure :

  • ilmu yang mempelajari peran tanda sebagai bagian dari kehidupan sosial
  • ilmu yang mempelajari struktur, jenis tipologi, serta relasi-relasi tanda dalam penggunaannya di dalam masyarakat
  • semiotika mempelajari relasi diantara komponen-komponen tanda, serta relasi antara komponen-komponen tersebut dengan masyarakat penggunanya
  • Beberapa Prinsip dalam semiotika Sausure :
  1. Prinsip Struktural : Sausure memandang relasi tanda sebagai relasi struktural. Tanda dilihat sebagai sebuah kesatuan antara sesuatu yang bersifat material. Menekankan pada relasi secara total unsur-unsur yang ada di dalam sebuah sistem (bahasa). Sehingga, yang diutamakan bukanlah unsur itu sendiri, melainkan relasi diantara unsur-unsur tersebut.
  2. Prinsip Kesatuan : Sebuah tanda merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara bidang penanda yang bersifat konkrit atau material (suara, tulisan, gambar, objek) dan bidang petanda (konsep, gagasan, ide, makna). Ada kecenderungan metafisik pada konsep semiotik Sausure, dimana sesuatu yang bersifat non-fisik (petanda, konsep, makna, kebenaran) dianggap hadir di dalam sesuatu yang bersifat fisik (penanda).
  3. Prinsip Konvensional : Relasi struktural antara sebuah penanda dan petanda, dalam hal ini, sangat bergantung pada apa yang disebut konvensi, yaitu kesepakatan sosial tentang bahasa (tanda dan makna) diantara komunitas bahasa. Konvensi memungkinkan tanda memiliki dimensi sosial, dan dapat digunakan di dalam wacana komunikasi sosial. Tanda disebut konvensi sosial, dalam pengertian, bahwa relasi antara penanda dan petandanya di sepakati sebagai sebuah konvensi sosial.
  4. Prinsip Sinkronik : Keterpakuan pada relasi struktural menempatkan semiotika struktural sebagai sebuah kecenderungan kajian sinkronik, yaitu kajian tanda sebagai sebuah sistem yang tetap, di dalam konteks waktu yang dianggap konstan, stabil, dan tidak berubah.
  5. Prinsip Representasi : Sebuah tanda merepresentasikan sebuah realitas yang menjadi rujukan atau referensinya. Keberadaan tanda sangat bergantung pada keberadaan realitas yang direpresentasikannya. Realitas mendahului sebuah tanda, dan menentukan bentuk dan perwujudannya.
  6. Prinsip Kontinuitas : Ada kecenderungan pada semiotika struktural untuk melihat relasi antara sistem tanda dan penggunaannya secara sosial sebagai sebuah “continuum”, dalam konteks semiotika disebut semiotic continuum. Yaitu sebuah relasi waktu yang berkelanjutan dalam bahasa, yang didalamnya berbagai tindak penggunaan bahasa¬† selalu secara berkelanjutan mengacu pada sebuah sistem atau struktur yang tidak pernah berubah, sehingga di dalamnya tidak dimungkinkan adanya perubahan radikal pada tanda, kode, dan makna.

Sumber di kutip dari buku Yasraf Amir Piliang yang berjudul Hiper Semiotika

Advertisements

Semiotika 1

Semiotics, pernahkan kau dengar istilah ini? saya suka mendengarnya, semiotika. dulu ketika (kalau tidak salah) semester 5 atau 6 saya mendapati istilah ini ketika mengikuti kuliah fotografi iklan.

lalu, apa sesungguhnya semiotika ini? semiotika adalah ilmu yang mengkaji tanda dalam kehidupan manusia. artinya, semua yang hadir dalam kehidupan kita dilihat sebagai tanda, yakni sesuatu yang harus kita beri makna (Benny Hoed; Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya; 2008:3).

Ferdinand De Saussure, seorang yang disebut oleh John Lyons sebagai “pendiri Linguistik modern” (Alex Sobur; Semiotika Komunikasi; 2006:43) mendefinisikan semiotika di dalam Course in General Linguistics, sebagai “ilmu yang mengkaji tentang peran tanda sebagai bagian dari kehidupan sosial” (Alex Sobur; Semiotika Komunikasi; 2006:vii). Lalu siapa pula Saussure ini? Ferdinand De Saussure dilahirkan di Jenewa pada tahun 1857 dalam sebuah keluarga yang sangat terkenal di kota itu karena keberhasilan mereka dalam bidang ilmu. Selain sebagai seorang ahli linguistik, ia juga adalah seorang spesialis bahasa-bahasa indo-eropa dan Sansekerta yang menjadi sumber pembaruan intelektual dalam bidang ilmu sosial dan kemanusiaan (Sobur; Semiotika Komunikasi; 2006:45). Saussure menyumbangkan lima pandangannya yang kemudian menjadi peletak dasar dari strukturalisme Levi-Strauss, yaitu pandangan tentang :
1. signifier (penanda) dan signified (petanda)
2. form (bentuk) dan content (isi)
3. langue (bahasa) dan parole (tuturan dan ujaran)
4. sinkronik dan diakronik
5. sintagmatik paradigmatik
penanda dan petanda yang cukup penting dalam upaya menangkap hal pokok pada teori Saussure adalah prinsip yang mengatakan bahwa bahasa itu adalah suatu sistem tanda, dan setiap tanda itu tersusun dari dua bagian, yakni signifier dan signified (penanda dan petanda). sebagai contoh, suara-suara, baik itu suara binatang maupun manusia ataupun bunyi-bunyian hanya bisa dikatakan sebagai bahasa atau berfungsi sebagai bahasa apabila suara atau bunyi tersebut mengekspresikan, menyatakan, atau menyampaikan ide-ide, pengertian-pengertian tertentu. untuk itu suara-suara tersebut harus merupakan bagian dari sebuah sistem konvensi, sistem kesepakatan dan merupakan bagian dari sistem tanda (Sobur; Semiotika Komunikasi; 2006:46)

lalu apa itu tanda? para strukturalis, merujuk pada Ferdinand De Saussure, melihat tanda sebagai pertemuan antara bentuk (yang tercitra dalam kognisi seseorang) dan makna (atau isi, yakni yang dipahami oleh manusia pemakai tanda). De Saussure menggunakan istilah penanda untuk segi bentuk suatu tanda, dan petanda untuk untuk segi maknanya. dengan demikian, De Saussure dan para pengikutnya (antara lain Roland Barthes) melihat tanda sebagai sesuatu yang menstruktur (proses pemaknaan berupa kaitan antara penanda dan petanda) dan terstruktur (hasil proses tersebut) di dalam kognisi manusia. Dalam teori De Saussure, penanda bukanlah bunyi bahasa secara konkret, tetapi merupakan citra tentang bunyi bahasa (image acoustique). dengan demikian, apa yang ada dalam kehidupan kita dilihat sebagai “bentuk” yang mempunyai “makna” tertentu. Masih dalam pengertian De Saussure, hubungan antara bentuk dan makna tidak bersifat pribadi, tetapi sosial, yakni didasari oleh “kesepakatan” (konvensi) sosial. (Benny Hoed; Semiotika dan Dinamika Sosial Budaya; 2008:3).

yah singkat cerita sih yah, semiotika itu adalah bagaimana kita (manusia) melihat sebuah tanda kemudian mengartikannya menurut kemampuan inderawi kita, pengalaman, latar belakang kebudayaan, dan pengetahuan kita. bagaimana kita (manusia) melihat seekor singa bukan cuma sebagai sesosok daging terbungkus kulit dengan warna kuning keemasan, berambut pirang lebat tak beraturan, serta bertampang sangar tak karuan, tetapi jauh ke dalam, kita (manusia) mengartikan singa sebagai sosok pemimpin, sekaligus sebagai simbol kegarangan, dan simbol respect, sesuai dengan mitos yang berkembang kepadanya yaitu, raja hutan.

Tagged , ,

Mengapa Ayam Menyebrang Jalan [Repost]

ini adalah Repost untuk yang kesekian kalinya, setelah gua nemuin nih kata2 dari salah satu Forum, one of Largest Forum in Indonesia beberapa tahun lalu, lumayan lucu sih, dulu iseng2 ngebookmark, pas lagi “bersih2” komputer eh nemu ini, ternyata masih ada, yah siapa tau bisa menghibur hati yang duka lara…dan inilah Jawabannya

Jawaban menurut:

Guru TK:
Supaya sampai ke ujung jalan.

Plato:
Untuk mencari kebaikan yang lebih baik.

FBI:
Beri saya lima menit dengan ayam itu, saya akan tahu kenapa.

Aristoteles:
Karena merupakan sifat alami dari ayam.

Captain James T. Kirk
Karena dia ingin pergi ke tempat yang belum pernah ia datangi.

Martin Luther King, Jr.
Saya memimpikan suatu dunia yang membebaskan semua ayam menyeberang jalan
tanpa mempertanyakan kenapa.

Machiavelli
Poin pentingnya adalah ayam menyeberang jalan! Siapa yang peduli kenapa!
Akhir dari penyeberangan akan menentukan motivasi ayam itu.

Freud
Fakta bahwa kalian semua begitu peduli pada alasan ayam itu menunjukkan
ketidaknyamanan seksual kalian yang tersembunyi.

George W Bush
Kami tidak peduli kenapa ayam itu menyeberang! Kami cuma ingin tau apakah
ayam itu ada di pihak kami atau tidak, apa dia bersama kami atau melawan
kami. Tidak ada pihak tengah di sini!

Darwin
Ayam telah melalui periode waktu yang luar biasa, telah melalui seleksi
alam dengan cara tertentu dan secara alami tereliminasi dengan menyeberang
jalan.

Einstein
Apakah ayam itu menyeberang jalan atau jalan yang bergerak di bawah ayam
itu, itu semua tergantung pada sudut pandang kita sendiri.

Nelson Mandela
Tidak akan pernah lagi ayam ditanyai kenapa menyeberang jalan! Dia adalah
panutan yang akan saya bela sampai mati!

Thabo Mbeki
Kita harus mencari tahu apakah memang benar ada kolerasi antara ayam dan
jalan.

Mugabe
Setelah sekian lama jalan dikuasai petani kulit putih, ayam miskin yang
tertindas telah menanti terlalu lama agar jalan itu diberikan kepadanya dan
sekarang dia menyeberanginya dengan dorongan ayam-ayam veteran perang. Kami
bertekad mengambil alih jalan tersebut dan memberikannya pada ayam,
sehingga dia bisa menyeberanginya tanpa ketakutan yang diberikan oleh
pemerintahan Inggris yang berjanji akan mereformasi jalan itu. Kami tidak
akan berhenti sampai ayam yang tidak punya jalan itu punya jalan untuk
diseberangi dan punya kemerdekaan untuk menyeberanginya!

Isaac Newton
Semua ayam di bumi ini kan menyeberang jalan secara tegak lurus dalam garis
lurus yang tidak terbatas dalam kecepatan yang seragam, terkecuali jika
ayam berhenti karena ada reaksi yang tidak seimbang dari arah berlawanan.

Miyabi
Ooohh… Aahhh… Mmmhhh… Ohh yeeahh…

Programmer J2EE
Tidak semua ayam dapat menyeberang jalan, maka dari itu perlu adanya
interface untuk ayam yaitu nyeberangable, ayam-ayam yang ingin atau bisa
menyeberang diharuskan untuk mengimplementasikan interface nyebrangable,
jadi di sini sudah jelas terlihat bahwa antara ayam dengan jalan sudah
loosely coupled.

Flasher
Karena pada keyframe tersebut terdapat actionscript yang bertuliskan
perintah ‘GoTo And Run’ …

LB Moerdani
Selidiki! Apakah ada unsur subversif?

Sutiyoso
Itu ayam pasti ingin naik busway.

Soeharto
Ayam-ayam mana yang ndak nyebrang, tak gebuk semua! Kalo perlu ya
disukabumikan saja.

Habibie
Ayam menyeberang dikarenakan ada daya tarik gravitasi, dimana terjadi
percepatan yang mengakibatkan sang ayam mengikuti rotasi dan berpindah ke
seberang jalan.

Darwis Triadi
Karena di seberang jalan, angle dan lightingnya lebih bagus.

Nia Dinata
Pasti mau casting ’30 Hari Mencari Ayam’ ya?

Desi Ratnasari
No comment!

Dhani Ahmad
Asal ayam itu mau poligami, saya rasa gak ada masalah mau nyebrang kemana
juga…

Julia Perez
Memangnya kenapa kalo ayam itu menyeberang jalan? Karena sang jantan ada disana ! Daripada sang betina sendirian di seberang sini, yaaaaaaaaahhh dia kesanalahh.. . Cape khan pake alat bantu terus?

Roy Marten
Ayam itu khan hanya binatang biasa, pasti bisa khilaf.. (sambil
sesenggukan) .

Butet Kartaredjasa
Lha ya jelas untuk menghindari grebekan kamtib to?

Roy Suryo
Kalo diliat dari metadatanya, itu ayam asli.

Mega Karti
Ayamnya pasti ayam wong cilik. Dia jalan kaki toh?

Harmoko
Berdasarkan petunjuk presiden.

nah kita tidak berhenti sampai disitu, ternyata ada juga seorang teman yang cukup kreatif bernama deasy elsara menambahkan jawaban diatas

 

Rene Descartes

Ayam menyeberang maka ayam ada.

Roland Barthes

Untuk mencari makna denotasi, konotasi, dan ideologinya menyeberang.

Negeri Antah Barantah

mari berkunjung ke negeri “antah barantah”.

dimana kasih sayang dapat di kreditkan dengan sejumlah uang atau kartu ATM.

dimana wanita berada dalam vending machine dan hanya dengan uang lima ratus perak kamu bisa memperistrinya.

dimana pria-pria berperut buncit membawa kantung besar berisi emas batangan dan yang berperut kurus tertidur dipojokan toko kelontong mengemis bersama kucing demi sesuap nasi basi atau roti yang sudah berjamur.

mari kawan, ayo! ikut aku! kereta tanpa kursi akan segera tiba! jangan kehabisan tempat karena kita harus memanjat ke atas kereta dan duduk manis disana! dan jika kamu terselip jatuh lalu badanmu terbelah dua dan isi dalam perutmu menghambur mengotori jalan itu adalah hal yang biasa saja.

tidak perlu menangis. karena negeri ini memiliki banyak orang sepertimu bahkan mungkin sangat banyak! banyak sekali! sampai-sampai negeri ini sekarang sudah berada jauh dibawah permukaan air dan mungkin tidak lama lagi akan tenggelam.

pasti kamu senang kan? bermain air? ya! akupun begitu! untung saja kita tidak harus menunggu sampai negeri ini tenggelam tapi setiap musim penghujan kita bisa berenang geratis lho! wah…senangnya!!!

bisa berenang sambil nonton TV atau sambil tidur-tiduran di spring bed, malahan ada yang berenang sambil memasak tuh! hebat-hebat yah penduduk sekitar sini…aku bangga sekali dengan mereka…

apalagi pemuka agamanya…mereka benar-benar kuat dan sangat hebat! ada yang jago balapan dengan sepeda motor, dan yang membuatku kagum adalah mereka melakukan itu tanpa memakai helm! wahh keren sekali loohhh!!! dan ada pula yang pandai memainkan tongkat kayu, kadang-kadang mereka melakukan atraksi dengan menghancurkan meja biliard…wah setahu aku meja biliard itu sangat kuat dan berat tapi mereka kayaknya mudah saja tuh menghancurkannya…hebat…!!!

apalagi si jenius yang bisa membuat petasan! waahh senangnya mendengar letupan petasan yang disertai bau darah segar dan bau daging terbakar dari badan-badan manusia yang tanpa dosa…benar-benar negeri yang indah kan?
bagaimana? kalian jadi ikut aku kan! ayolah! ikut saja, hmmm…kalau kalian takut naik kereta tidak apa-apa kok kita tunggu bus saja di negeri ini bus berhenti dimana saja kok! dimana saja kamu mau bus-nya berhenti pasti dia akan berhenti! yah? baiklah ayo kita menunggu bus!*i love Indonesia…i really am*

Tagged ,