Category Archives: feature

DALAM SEBUAH DUNIA PALALEL

BAGIAN I

 

dalam sebuah dunia paralel

sebuah keluarga kecil dengan Ayah, Ibu, dan seorang Putra yang masih berumur 14 tahun baru saja pulang dari sebuah pertunjukkan teater, tanpa sebab yang jelas, sang Ayah mengajak putra dan istrinya untuk menelusuri sebuah lorong sempit di antara dua buah gedung. (padahal sang Ayah adalah seorang dokter bedah dan pengusaha yang kaya raya, yang tentunya bisa saja menunggu di lobby teater untuk di jemput oleh sang asisten rumah tangga setia yang bernama Alfred Pennyworth, yang tentunya, kalau itu terjadi semuanya akan berjalan normal normal saja).

Dalam perjalanannya keluarga ini di todong oleh seorang perampok bersenjata api yang meminta uang serta perhiasan, dengan gagah berani sang Ayah maju ke depan melindungi istri dan putranya dan memberikan dompet yang berisi uang kepada si perampok, namun si perampok masih belum merasa puas, dia beralih pandang ke sang istri dan melihat kalung mutiara yang bersinar di leher sang istri lalu menariknya, melihat istrinya dalam keadaan terancam, suami yang gagah berani ini mendorong si perampok, karena merasa kesal si perampok pun menembakan pistolnya dua kali ke arah sang suami dan istri yang menyebabkan mereka berdua mati seketika, melihat kejadian ini anak laki laki yang masih berusia 14 tahun itu hanya sanggup terdiam dalam kagetnya, merasa masih terlalu kecil untuk membela kedua orang tuanya dan karena takut setengah mati, si anak lalu terjatuh lunglai diantara mayat kedua orang tuanya sambil menunduk penuh kesedihan dan penyesalan, sementara si perampok sudah lari dengan membawa serta uang dan kalung mutiara putus yang sebagian dari biji2 mutiaranya berserakan dijalan tercampur oleh darah dari kedua orang tua si anak laki laki.

Waktu pun berlalu, anak laki laki 14 tahun yang telah direnggut masa kecilnya dalam trauma mendalam itu kini telah berubah menjadi seorang pemuda yang tidak biasa, konon setelah kejadian dalam lorong sempit malam itu, si anak laki laki menjadi penyendiri, dan ketika dia sudah menginjak umur 16 tahun dia mulai pergi keliling dunia, mempelajari semua hal dari mulai bela diri hingga ilmu eksakta, pelet, tulah, hingga ilmu hitam dan sihir khas daerah pedalaman Kalimantan sana, setelah ilmunya cukup si anak laki laki merasa harus kembali ke kota kelahirannya, kota yang telah merenggut kebahagiaan masa kecilnya, kota yang telah merubah dirinya dari seorang anak paling bahagia di dunia hingga menjadi anak paling sengsara dunia, dia melihat kotanya kini telah menjadi kota paling korup kedua setelah Indonesia, kota itu dipenuhi oleh orang orang susah yang tidak punya akidah (atau dalam kata lain, “udah miskin, belagu lagi”), orang orang kaya yang kikir, dan orang orang beriman yang riya;, pemuda itu pun prihatin, segera setelah dia kembali ke istana (rumah gedongan) peninggalan ayahnya yang juga dulu tinggali oleh kakek dan buyut dari si pemuda ini, dia menemukan asisten rumah tangga nya masih setia menunggunya, keturunan terakhir dari dinasti konglongmerat yang telah menghidupi si asisten rumah tangga selama hidupnya, disambut si pemuda yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri itu dengan pelukan hangat yang segera di tolak oleh si pemuda sambil berkata

“ngga usah peluk peluk, mas” dengan nada sedikit menyindir

Segera pelukan itu di lepas si asisten rumah tangga dengan sedikit kecewa, sambil menunduk si asisten rumah tangga pun berkata,

“maaf gan, saya khilaf”

Lalu si pemuda hanya diam dan terus berjalan menelusuri rumah yang mungkin sudah terlalu lama dia tinggalkan, semua perabot masih sama peletakannya, foto kedua orang tuanya masih terpampang di dinding diatas TV LED keluaran terbaru dari samsung yang persis sekali seperti di iklan iklan, dalam diamnya pemuda itu duduk, lalu berkata lagi ke si asisten rumah tangga dengan nada pelan dan lirih,

“Alfred…”

“iya gan” sahut si asisten rumah tangga

“tolong…”

“apapun gan, saya mah selalu siap membantu juragan apapun yang juragan minta, juragan tinggal bilang aja gan, juragan mau apa?”

“bikinin es teh manis satu ya pret”

“oh, iy gan, baik”

“pret…”

“kenapa lagi gan?”

“gulanya dikit aja”

—————————————————————————————————————————

Akhirnya si pemuda pun ketiduran setelah menenggak beberapa gelas es teh manis sambil nonton kabar kabari, si asisten rumah tangga hanya menatap si pemuda penuh nafsu, namun dia tidak bisa berbuat apa apa karena dia takut akan kehilangan pekerjaannya. akhirnya si asisten rumah tangga kembali ke dapur dan mulai memasak sayur oyong kesukaan si pemuda untuk makan malam.

Kesokan harinya, si pemuda terbangun dan tersadar bahwa dia sudah tidak lagi berada di ruang TV, tapi sudah di pindahkan ke kamarnya, kamar yang masih sama dengan kamar yang dulu dia tinggalkan, sebuah kamar dengan desain minimalis dengan sedikit coret coretan di dinding dan tempelan poster poster dari band band kesukaan si pemuda semasa kecilnya, seperti backstreet boys, westlife, 911, hanson, bed and breakfast, dan 98 degrees masih terpasang dengan rapih di dinding kamarnya tepat diatas TV LED samsung terbaru yang bisa digunakan juga sebagai internet dan bermain angry birds.

Si pemuda terdiam sejenak, dia lalu segera beranjak untuk mandi.

Setelah selesai mandi si pemuda segera mengenakan pakaian rapi lengkap dengan jas dan sepatu pantopel peninggalan ayahnya, si asisten rumah tangga yang dari tadi sudah mesem mesem karena kagum sekaligus nafsu melihat majikannya berdandan bak supermodel Italia itu terdiam di pintu sambil salah tingkah yang akhirnya membuat si pemuda menjadi geram

“pret, lu kenapa sih?! mesem mesem, bolak balik! pusing gue ngeliat lo!”

“eh…iya…anu…gan…maap…duh…juragan percis dah kayak tuan besar pake pakean begitu, ganteng!”

“ya iyalah percis, gue kan anaknya”

“oh iya ya gan”

“perusahaan bokap sekarang dijalanin sama siapa pret?”

tanya si pemuda yang mulai serius

“ada gan itu temennya tuan besar juga, siapa dah tuh, yang item kayak orang papua?”

“oh, iya iya, yaudah gue mau berangkat pret, panasin mobil gih dah”

“yang mana gan?”

—————————————————————————————————————————

Mobil Ayla G Matic hitam keluaran dari Daihatsu itu melaju kencang di jalan tol, berjalan lurus menuju perusahaan peninggalan si pemuda yang terletak memang agak jauh dari rumah gedongan si pemuda, kira kira butuh waktu sekitar satu setengah jam perjalanan untuk bisa sampai ke kantor peninggalan sang ayah dari rumah gedongan, itupun kalau di tempuh dengan kecepatan yang stabil, kalau macet yah bisa sekitar 2 jam-lah, kalau naik gojek bisa lebih cepat, namun si pemuda kelupaan belum isi paket internet dan wifi dirumahnya udah 2 bulan ngga di bayar oleh si asisten rumah tangga.

Setelah sampai di kantor peninggalan ayahnya, si pemuda langsung naik ke lantai paling atas menuju ruang meeting, kebetulan semua jajaran direksi memang sedang mengadakan meeting mingguan untuk membicarakan segala aspek dan urusan tentang perusahaan, si pemuda menunggu dengan santai di luar ruang meeting sambil main candy crush, setelah cukup lama akhirnya meeting selesai dan pintu pun di buka, betapa kagetnya pemimpin rapat-yang mukanya persis kayak orang papua-ketika di balik pintu yang terbuka berdiri seorang pemuda yang dia sangat kenal baik ayahnya, sambil terkaget orang yang mukanya kayak orang papua itu pun memanggil si pemuda dengan nada kaget

“tuan Wen?”

“Luserius…” dijawab oleh si pemuda dengan sedikit menganggukan kepalanya penuh wibawa khas gayanya konglongmerat

“bernakah ini Anda tuan Wen? anda kembali?”

“ya, Luserius, saya akan kembali mengurus perusahaan ini, sesuai dengan wasiat nya Bapak dulu”

“baiklah kalau begitu tuan Wen, saya akan memberitahukan kepada semua jajaran direksi.

Saudara saudara sekalian, saya ingin mengumkan bahwa mulai hari ini, perusahaan ini PT. Cakrawala Megah Sejahtera atau Wen Korporat, akan kembali ditangani langsung oleh putra satu satunya dari pemilik perusahaan yaitu almarhum dokter Tomas Wen, Franky Wen, selamat datang kembali Pak Wen, selamat datang kembali”

dan semua jajaran direksi pun bersorak gembira dan bertepuk tangan menyambut kembalinya sang pemegang tahta.

Singkat cerita, Franky kembali menata hidupnya, dia mulai ikhlas dengan dan mulai memaafkan dan menerima masa lalunya, Franky rajin solat di masjid ataupun mushola bahkan dia sendiri tergabung menjadi salah satu jajaran pengurus masjid yang terdapat di kompleknya, Franky pun memecat Alfred Pennyworth setelah Franky melihat langsung si asisten rumah tangga itu memliki banyak sekali foto foto dirinya di kamar tidurnya dan serta Alfred menyimpan celana dalam milik Franky di bawah bantalnya, Franky segera memecat Alfred dan memulangkannya ke kampung halamannya di Tasikmalaya. Demi penghematan dan keamanan Franky kini mencari asisten rumah tangga yang perempuan saja dan tidak menginap, diusahakan umurnya agak tua karena khawatir kalau mengambil pembantu yang masih muda, selain malas, kerjanya kadang kadang suka ngga beres, dan sudah pasti hobinya telpon-telponan dan bakalan sering minta libur, udah gitu pasti minta gaji gede deh, bete banget kan.

Semua berjalan lancar hingga pada suatu hari, Franky bertemu dengan sorang wanita sholehah yang bernama Mariana, dalam sebuah acara pengajian, Franky langsung jatuh hati dengan Mariana dan ternyata Mariana pun merasakan hal yang sama, tidak butuh waktu lama bagi Franky untuk menemui orang tua Mariana dan segera menikahinya, pernikahan berlangsung sederhana meskipun di hadiri oleh beberapa pejabat penting.

Setelah menikah dan berbulan madu di tanah suci, Franky dan Mariana pun memutuskan untuk tinggal di New York, Amerika Serikat, selain Mariana juga harus melanjutkan sekolahnya di sana, Franky pun kebetulan sudah merger dengan perusahaan di New York dan berencana akan memimpin perusahaan tersebut. Pernikahan Franky dan Mariana begitu hangat dan bahagia, mereka di karuniai dua orang anak.

Setelah perjalanan dinas ke Cina, Franky, istrinya, dan kedua anaknya berkunjung ke Taman Sentral di kota New York untuk piknik sore disana, namun tiba tiba Franky menyaksikan sesuatu yang diluar dugaan, mereka sekeluarga menyaksikan segerombolan mafia yang sedang mengeksekusi seseorang dengan cara di gantung diatas pohon, belum sempat Franky membawa keluarganya untuk pergi, gerombolan mafia tersebut sudah terlanjur melihat Franky dan keluarganya, tanpa belas kasihan, gerombolan mafia tersebut menghabisi Franky dan keluarganya di tempat, namun ternyata Franky selamat dan beruntungnya, Franky dapat mengingat dengan jelas semua wajah gerombolan mafia yang telah merenggut nyawa keluarganya dengan sadis, mencari keadilan Franky melapor kepada petinggi polisi kenalannya, namun apa boleh dikata, salah satu dari gerombolan mafia yang membunuh keluarga Franky adalah juga ternyata anak kandung dari saingan bisnis Wen Korporat, yaitu keluarga Costa, yang ternyata adalah teman dekat dari pejabat polisi kota New York, merasa tidak mendapat keadilan, Franky mengumpulkan semua dana yang dia punya, yang jumlahnya sangat fantastis, dan berkat bantuan dan kejeniusan dari Luserius, Franky mendapatkan kesempatan untuk membalas dendam atas kematian keluarganya, dengan tekad dan amarah serta kesedihan di hatinya, Franky kembali kota asalnya, kota Goban, di ruang bawah tanah yang di bangun leluhurnya dulu Franky membangun sebuah markas, yang di penuhi oleh peralatan canggih dan alat alat perang modern, tentu saja untuk membeli alat alat perang modern dan peralatan canggih bukan hal sulit bagi Franky karena dengan kekayaannya yang berlimpah limpah semua hal tentunya menjadi mudah, Luserius menyarankan kepada Franky untuk menyamar dan menggunakan alias dalam aksi balas dendamnya, karena demi menjaga nama baiknya dan menjaga nama baik keluarganya maka Franky menyetujui hal tersebut.

Franky mulai memikirkan alias apakah yang akan di gunakan dalam aksi balas dendamnya, dalam perenungannya Franky juga mendapatkan pencerahan bahwa dia harus membuat baju khusus untuk aksi balas dendamnya tersebut, karena tidak mungkin dia hanya menggunakan kaos oblong jika ingin menghabisi segerombolan mafia sebesar keluarga Costa.

Tiba tiba, dalam perenungannya, Franky mendengar sebuah suara kepak sayap dari luar rumah, penasaran Franky mendatangi sumber suara, ditemukannya seekor kelelawar yang terbang berkeliling di langit terasnya, kelelawar itu menyerangnya dan memecahkan kaca jendela lalu terbang menjauh.

Franky menatap kelangit gelap, lalu senyuman tersumbing di wajahnya.

 

BAGIAN II

 

Tiba tiba, dalam perenungannya, Franky mendengar sebuah suara kepak sayap dari luar rumah, penasaran Franky mendatangi sumber suara, ditemukannya seekor kelelawar yang terbang berkeliling di langit terasnya, kelelawar itu menyerangnya dan memecahkan kaca jendela lalu terbang menjauh.

Franky menatap kelangit gelap, lalu senyuman tersumbing di wajahnya.

 

Hari ini Franky Wen kesiangan, sudah tiga minggu Franky tidak datang ke kantornya, memang, siapa yang tidak terpukul melihat keluarga sendiri di bantai dengan sadis di depan mata, Franky tidak kuasa menahan sedihnya setiap kali dia mengingat ingat kejadian ditaman itu, Wen Korporat yang kini diurus oleh Luserius sudah semakin hebat, sahamnya naik tajam, dan pendapatan perusahaan pun semakin meninggi, namun apalah arti harta yang berlimpah tanpa keluarga untuk berbagi.

Seketika dalam lamunannya Franky teringat akan pamannya yang bernama Benyamin Parkel, Benyamin Parkel dan istrinya yang bernama Mayesaroh sudah menikah puluhan tahun dan belum juga di karuniai anak hingga sekarang, mereka sempat datang jauh jauh dari Manhattan untuk menghadiri pemakaman istri dan anak-anaknya Franky, namun karena memang Franky yang kurang dekat dengan saudara saudaranya, makanya Franky menyuruh Paman dan Bibinya itu pulang lagi ke Manhattan, namun sekarang Franky sadar bahwa dia tidak bisa sendirian dan meratap terus menerus, dia memutuskan untuk (sekali lagi) meninggalkan rumah gedongan milik keluarganya itu, kali ini Franky meminta Luserius dan keluarganya untuk tinggal di rumah gedongan supaya rumah tersebut tetap terjaga dan tidak menjadi rumah angker, karena Franky belum tahu dia akan pergi untuk berapa lama.

Manhattan.

Franky tiba di Manhattan subuh-subuh, dia sudah memegang alamat lengkap tempat tinggal Paman dan Bibinya, namun dia tidak ingin menjadi Franky yang mereka kenal, maka Franky memutuskan untuk menyamar menjadi orang lain, Franky ingat bahwa Pamannya memiliki seorang keponakan yang bernama Peter Parkel, Peter sudah lama sekali menghilang, paling tidak itu yang di ketahui oleh orang-orang termasuk Paman dan Bibi Franky, namun Franky tahu bahwa Peter sebenarnya masih hidup dan bergabung dengan kelompok teroris yang bermarkas di Timur Tengah, Franky pernah beberapa kali menyusup ke dalam markas teroris tersebut untuk membujuk Peter pulang kerumah, namun Peter menolak dengan alasan bahwa dia dibayar sangat mahal oleh ketua teroris yang belakangan di ketahui adalah juga seorang pejabat penting di pemerintahan Amerika Serikat, Franky pun menyerah membujuk sepupunya.

Sadar bahwa Paman dan Bibinya sangat mencintai sepupunya yang bernama Peter tersebut, maka dengan sigap Franky menyamar menjadi Peter, dengan bantuan Luserius, (yang heran karena kok tiba-tiba Franky malah pergi ke Manhattan, padahal udah bikin markas dan udah beli segala peralatan canggih dan persenjataan modern untuk balas dendam, mubazir sekali) Franky mendapatkan identitas baru serta sebuah skenario yang bagus untuk diceritakan kepada Paman dan Bibinya sebagai jawaban atas kembalinya Peter selama 2 setengah tahun menghilang.

Singkat cerita, Franky (atau yang sekarang dipanggil Peter) berhasil mengelabuhi Paman dan Bibinya, tidak perlu banyak banyak operasi untuk membuat wajahnya mirip dengan Peter karena memang mereka sudah sangat mirip sedari kecil. Franky pun menempati kamar milik Peter, kini dia merasa tenang, dia tidak merasa sendiri lagi.

Kebohongan Franky tidak hanya untuk mengelabuhi Paman dan Bibinya, namun juga ternyata untuk mengelabuhi seluruh dunia, karena kini Franky pun mulai bekerja di tempat Peter dulu pernah bekerja yaitu di sebuah surat kabar sebagai fotografer lepas dan menjalani sebagian harinya untuk melanjutkan kuliah jurusan sains di sebuah universitas swasta yang terkenal, benar benar kebohongan (penyamaran) yang sangat rapih.

Peter Parkel terkenal sebagai mahasiswa yang pintar, yang dapat menjawab segala pertanyaan dari dosen, bahkan dalam beberapa mata kuliah Peter berhasil mengajari seorang dosen tentang teori dan rumus baru, itu sebabnya Peter di cuci otaknya oleh teroris dan di pekerjakan di salah satu markas teroris di Timur Tengah sebagai pembuat bom dan senjata kimia mematikan, disinilah kesulitan yang di alami Franky, biar semirip apapun Franky dengan Peter, tetap saja kepintaran mereka jauh berbeda, Franky cukup pintar, namun untuk menciptakan rumus dan teori baru, itu hal yang mustahil bagi Franky, namun satu hal tentang Franky adalah, dia pandai berakting, Franky mengatakan kepada orang orang bahwa selama ini dia (Peter Parkel) diculik oleh organisasi ekstrimis dan sering disiksa sehingga menyebabkan kepintarannya menurun, itu juga menyebabkan trauma mendalam pada dirinya sehingga dia agak lebih pendiam, tentu saja cerita itu dipercaya oleh orang orang dan mereka pun mulai simpati kepadanya, sehingga banyak dosen yang memaklumi jikalau nilai-nilai kuliah Peter (Franky) menurun drastis, hanya satu dosen yang kayaknya resek, yaitu dosen yang bernama Kurt Connor, dosen ini tidak terlalu percaya kalau kepintaran Peter (Franky) menurun, itu sebabnya Kurt menyuruh Peter (Franky) untuk PKL ke sebuah perusahaan sains yang cukup tersohor bernama STARK INDUSTRIES.

Pemilik dari Stark Idustries, Tono Stark, adalah teman baik Franky, karena Kurt terus memaksa Franky (Peter) untuk PKL di perusahaan itu maka mau tidak mau Franky pun membuat sebuah CV dan surat lamaran yang ditujukan ke Stark Industries, dengan Riwayat pendidikan dan prestasi yang dimiliki Peter Parkel, tentu saja dengan sangat mudah Franky bisa dipanggil untuk segera PKL di Stark Industries, untung saja hari pertama bekerja Peter tidak bertemu dengan kawannya, Tono Stark, kebetulan Franky (Peter) saat itu PKL untuk menjadi asisten dari seorang ilmuwan yang sedang meneliti tentang efek sinar gamma untuk dimanfaatkan sebagai energi baru yang nantinya dapat di konsumsi oleh publik dan menjadi pengganti energi seperti gas dan minyak bumi, penelitian tersebut berada jauh dari kantor pusat Stark Industries, sehingga kemungkinan Franky (Peter) untuk dapat bertemu dengan Tono Stark sangatlah kecil.

Menjadi anak PKL memang lah tidak mudah, Franky yang sedang menyamar menjadi Peter harus kuat kuat batin menghadapi ilmuwan ilmuwan senior di kantornya yang kadang kadang suka resek, boro boro mau memberikan ilmu nya untuk keperluan Franky (Peter) membuat laporan PKL justru sering kali Franky tidak diberikan pekerjaan selain memfotokopi, beli nasi padang untuk ilmuwan ilmuwan senior di ruangannya atau di suruh mengerjakan PR anak dari supervisornya yang baru saja masuk kelas 1 SD, malang sekali nasib Franky, entah apa yang dia pikirkan sampai dia melakukan semua ini, padahal dia sudah memiliki segalanya, dan dia sudah membeli segala keperluan untuk membalas dendam kepada keluarga mafia Costa, Franky pun terbengong, dalam ke-bengongannya tersebut Franky (Peter) tanpa sengaja menumpahkan segelas penuh cairan mutasi genetika yang di peruntukkan bagi percobaan terhadap simpanse ke seekor laba laba merah, panik, Franky (Peter) buru buru mencari kain pel di pantry, namun ketika dia kembali dia sudah tidak menemukan laba laba yang tertumpahan cairan tadi dan lantainya pun sudah kering dan hanya terdapat sedikit bekas tumpahan cairan mutasi genetika, Franky (Peter) pun kembali ke pantry untuk mengembalikan kain pel, namun dalam perjalanannya ke pantry Franky (Peter) di gigit oleh seekor laba laba berwarna merah, Franky (Peter) berteriak kesakitan, selang beberapa detik saja kepalanya langsung pusing, matanya berkunang-berkunang, dan dia merasakan sakit tak tertahankan pada bagian leher (bagian yang terkena gigitan) dan sekujur tubuhnya menjadi kaku, tidak kuat menahan sakit Franky (Peter) pun terjatuh dan pingsan.

 

BAGIAN III (TELAKHIR)

 

…Franky (Peter) di gigit oleh seekor laba laba berwarna merah, Franky (Peter) berteriak kesakitan, selang beberapa detik saja kepalanya langsung pusing, matanya berkunang-berkunang, dan dia merasakan sakit tak tertahankan pada bagian leher (bagian yang terkena gigitan) dan sekujur tubuhnya menjadi kaku, tidak kuat menahan sakit Franky (Peter) pun terjatuh dan pingsan…

 

Siang itu Tasikmalaya terasa sangat panas. Alfred Pennyworth, setelah beberapa tahun di pecat dari pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga di kediaman keluarga Wen, ia kembali ke kota ini dan tinggal dirumah gubuk tepi sawah peninggalan orang tuanya dulu, Alfred tidak pernah menyangka kesetiannya yang begitu kuat terhadap keluarga Wen kandas begitu saja di tengah jalan, pemecatan tanpa hormat dari anak majikannya membuat Alfred begitu kecewa hingga membuatnya sering melamun, siapa yang hendak dia curahkan kasih sayang kini? buah dari pengabdiannya kepada keluarga Wen membuat Alfred kehilangan kesempatan untuk menikah, bahkan dia tidak memiliki kesempatan sedikitpun untuk melakukan pendekatan terhadap wanita, semua waktunya di gunakan untuk membantu Franky Wen sembuh dari trauma masa kecil yang sudah direnggut oleh perampok berpistol, namun sebagian dari dirinya memang patut disalahkan, karena kecintaannya terhadap tuan mudanya tersebut, Alfred jadi terobsesi untuk memiliki, dia tidak akan memaksakan perasaan hinanya itu kepada tuan besarnya hanya karena dia tahu bahwa tuan besarnya adalah laki laki normal dan terhormat, namun begitulah cinta, deritanya tiada akan pernah berakhir (Ti Pat Kai-RED).

Kini dalam penyesalannya Alfred hanya mengandalkan dirinya sendiri, berjualan beras di sebuah warung dekat rumah demi pemasukan dan kelangsungan hidup sehari hari, yang penting halal, begitu pikirnya, dia juga sudah mulai mau mencoba untuk tobat, tidak secara langsung, dia pikir, dia butuh proses, tapi paling tidak sekarang sudah menjadi candu baginya setiap pagi harus menonton acara dakwah yang di siarkan di stasiun tv swasta murahan dan di pandu oleh lelaki yang ke perempuan perepuanan yang dengan beraninya memanggil diri sendiri “ustad”, bernama maungana, itu tuh, yang suka ngomong “jamaah…oh jamaah”. Alfred seperti menemukan kawan “sejenis” dalam diri “ustad” tersebut, makanya, Alfred sangat gemar dan candu sekali menyaksikan “ustad” tersebut di televisi, bahkan Alfred sudah menempel poster dari si “ustad” di kamar tidurnya, tentunya menjadi hal yang sangat aneh kan, tapi paling tidak, Alfred berusaha buat tobat, atau enggak yah? entahlah hanya Alfred dan Tuhan yang tahu, pokoknya sekarang hidupnya sudah lebih tenang deh di Tasikmalaya, biar pada tahu aja sih.

Sementara itu di Manhattan.

Di sebuah rumah sederhana di kawasan perumahan cluster khas bergaya Amerika, Paman Ben dan Bibi May mulai resah, Franky yang sedang menyamar menjadi Peter Parkel telah disengat oleh seekor laba laba merah yang telah tersiram atau bahasa kerennya mah terinfeksi serum mutasi genetika, memang orang yang mengantar Franky (Peter) yang belakangan diketahui adalah satpam dari STARK INDUSTRIES tidak tahu menahu mengenai virus ataupun laba-laba yang terinfeksi, pokoknya si satpam dapat perintah dari supervisornya Franky (Peter) bahwa dia harus segera mengantar salah satu pegawai yang pingsan di depan kamar mandi wanita dekat pantry dengan membawa sebuah alat pel, ketika supervisornya Franky (Peter) diberitahu tentang itu bukannya membela, si supervisor malahan menuduh Franky ingin menyamar menjadi OB dan pura pura membersihkan kamar mandi wanita supaya bisa mengintip wakil direktur Pepper Pot yang kebetulan saat itu sedang berkunjung ke divisi sains STARK INDUSTRIES untuk kepentingan rapat direksi, yang seharusnya dihadiri oleh Tono Stark sebagai pemilik perusahaan.

Paman Ben dan Bibi May yang tidak tahu menahu keadaan Peter (Franky) yang sebenernya (disangkain mati), Segera mengambil Kitab Suci dan membacakan nya di dekat Franky (Peter), dengan penuh khusyuk dan kesedihan, mereka berdua beriringan bak paduan suara membaca Kitab Suci dengan fasihnya, sambil berurai air mata, bagaimana tidak, mereka berdua telah kehilangan Peter Parkel selama 2 setengah tahun, tanpa kabar yang jelas, namun tiba-tiba Peter Parkel kembali dengan keadaan sehat walafiat ke hadapan mereka, senangnya bukan kepalang hati kedua pasangan yang belum di karuniai anak hingga usia tuanya ini, walaupun sebenarnya Peter Parkel yang ada dihadapan mereka sebenarnya adalah Franky Wen yang sedang menyamar, namun mereka belum mencurigai apapun, apalagi sekarang Peter Parkel (Franky Wen) sedang terbaring entah hidup entah mati di hadapan mereka, tentu saja hal ini membuat hati mereka kembali hancur, secara mereka sudah menganggap Peter Parkel seperti anak mereka sendiri.

Setelah selesai membaca Kitab Suci Paman Ben dan Bibi May tertunduk lemas di sofa, dan saat itu Peter (Franky) perlahan terbangun, dia membuka matanya dan mulai menggerakkan jari jemarinya, lalu segera duduk dan terheran heran, Paman Ben yang melihat kejadian menakjubkan itu langsung tenggelam dalam ledakan tangis dan segera memeluk Peter (Franky), Bibi May pun tak kalah histerisnya dengan langsung loncat dan memeluk mereka berdua sekaligus, suasana haru mememnuhi ruangan diiringi dengan alunan lagu

“Alhamdulillah, Wa Syukurillah, Bersyukur Pada Mu Ya Allah.

Kau jadikan kami saudara, indahnya lah kebersamaan”

Dari penyanyi Opick yang sempat ngehits dan sekarang namanya tenggelam bersama dengan munculnya band band lipsync khas Dahsyat dan Inbox yang sepertinya kurang punya kualitas jika dibandingkan dengan musisi seperti Padi, Dewa 19, Kla Project, Protonema, ataupun Ada Band (saat vokalisnya masih Baim).

Franky (Peter) yang terheran heran dengan tingkah Paman dan Bibinya tidak berusaha melepas pelukan kuat itu, di dalam hatinya Franky merasa, inilah yang dia perlukan, pelukan hangat dan tulus dari orang orang yang mencintainya, pelukan hangat layaknya pelukan kasih sayang kedua orang tua yang sudah lama tidak ia rasakan.

Masih di Manhattan.

Sudah dua minggu Franky (Peter) beristirahat dirumah, beberapa teman-teman kuliah Peter hanya menyampaikan “GWS” lewat Facebook ataupun Grup WA, karena selain mereka tidak terlalu akrab dengan Peter (Franky), mereka juga tidak tahu dimana Peter (Franky) tinggal, dan jelas sekali mereka enggan untuk bertanya, padahal kalau mereka mau tahu mereka tinggal minta Franky (Peter) untuk “share location” di grup WA-nya saja, kan?. Teman-teman kantornya pun tidak kalah “perhatian”, setelah supervisornya menelpon untuk menanyakan alasan sebenarnya Peter (Franky) pingsan di depan toilet wanita sambil memegang gagang pel, tidak ada lagi orang orang di kantornya yang menelpon atau sekedar mengucapkan “GWS” di FB, namun itu tentu saja tidak jadi soal buat Franky, karena memang dari kecil dia sudah biasa sendirian.

Pagi ini adalah hari ke 15 Franky (Peter) tidak masuk kerja, dengan kepala yang sedikit masih pusing setelah semalaman begadang nonton rekaman lengkanp acara Akademi Dangdut Indosiar di youtube, Franky turun dari kamarnya dengan sedikit terhuyung, berusaha mencari makanan di meja makan, namun tidak ada sedikitpun makanan yang dia temui, hanya ada secarik kertas diatas meja makan bertuliskan,

“Ter, Paman sama Bibi ada reuni sekolah temen temennya Paman dulu, kalo mau makan hutang dulu aja di warteg kharisma depan gang yah, nanti bilang aja sama mbak warteg nya masukin bon nya Pak Benyamin, gitu, Paman kamu udah 6.000.000 utangnya di warteg itu belom dibayar bayar, tuh, abis kata mbak nya ngga papa ngutang aja sampe banyak, gitu, baek banget yah mbak nya?”

Franky terharu membaca pesan tersebut, betapa susahnya kehidupan Paman dan Bibinya ini, ngutang di warteg sampai 6.000.000 segala, dengan inisiatif kuat, Franky langsung mengganti pakaiannya, menyudahi penyamarannya dan segera bergegas pergi, namun ketika sampai di depan pintu, ternyata ada tamu, dua orang pria berperawakan besar seperti satpam dan seorang lagi pria necis parlente dengan pakaian yang sangat mecing menggunakan kaca mata hitam, Franky tahu, orang itu adalah Tono Stark, namun Tono tidak tahu kalau yang di hadapannya itu adalah pemilik perusahaan besar Wen Korporat yang terkenal, dengan tebakan jitu Tono Stark langsung berkata,

“kamu pasti Peter Palker, kan?”

“iya, betul, anda ini siapa?” jawab Franky, berlagak tidak tahu

“gini, mas, saya denger dari si supervisor emas, katanya mas ini digigit laba-laba merah yang udah kesiram serum mutasi genetika yah kemarin?” tanya Tono dengan nada lembut

“iya, Pak, bener, terus kenapa?” jawab Franky

“hmm, mas sekarang ngerasa nya gimana? ngerasa kayak punya kekuatan laba-laba gitu ngga? bisa nempel di tembok gitu ngga?” tanya Tono Stark

“….ngga sih ya, kayaknya mah, malah saya pusing pusing nih Pak, boro boro dapet kekuatan laba-laba, malahan saya mah jadi lemes, ini baru kuat bangun nih, udah dua minggu lebih sehari tepar di tempat tidur” jawab Franky dengan jujur

“lah, aneh ya? berarti serumnya gagal itu kali ya?”

“lah, mana saya tahu pak, saya kan disana cuma motokopi doang, boro boro diikutin ke penelitian pak, asal bapak tahu aja nih yak” jawab Franky setengah kesal

“iya…iya…udah…jangan nangis yah, sabar aja” jawab Tono menenangkan dengan nada malas yang sarkastik.

Tanpa mempersilahkan Tono Stark masuk ke dalam rumah Paman dan Bibinya, Peter terus menanggapi pertanyaan-pertanyaan aneh seputar kekuatan laba-laba, jaring-jaring, melompat berayun,

terkurung terpenjara dalam gua

Di gunung tinggi sunyi tempat hukuman para dewa
Bertindak sesuka hati loncat ke sana ke sini
Hiraukan semua masalah di muka bumi ini
Dengan sehelai bulu dan rambut dari tubuhnya dia merubah menerpa menerjang segala apa yang ada
Walau halangan rintangan masih saja membentang tak jadi masalah dan takkan jadi beban pikiran
Berkelana stiap hari demi mendapat kitab suci dengan dukungan dari gurunya,
temukan jati diri, semua kan dihadapi
Dengan gagah berani walau aral rintangan setiap saat datang terpenuhi..

“WOI!…kok lu malah nyanyi deh? enak si lagunya, cuma gue ngga punya banyak waktu nih, gue mau bayar utang ke warteg, sekalian makan gue laper” hardik Franky (Peter) kepada Tono Stark yang entah tujuannya apa kok tiba tiba nge-rap lagunya serial kera sakti yang sempat populer tahun 2000-an dulu.

Tono Stark pun segera diam dan menunduk. Franky bergegas keluar dari teras rumah dan berjalan ke warteg dan sekitar 3 meter-an dari rumah, Tono Stark pun berteriak

“Hati hati yah!” teriaknya

Franky hanya terdiam dan terus berjalan

“FRANKY WEN!”

Franky Wen, begitu dia bilang, dan seketika itu pun Franky berdiri membeku, terhenti dari langkahnya menuju warteg, rasa lapar yang dia rasakan pun berganti menjadi perasaan mau berak dan seketika itu juga dia menoleh dengan perlahan, sangat perlahan, persis seperti menolehnya aktor aktor laga sekelas Barry Prima dan Advent Bangun.

“Tono…”

“Frank, kayaknya lu anggap gue ini bodoh yah?”

“Ton…”

“Lu kira gue ini bodoh? karena ngga tau penyamran lu? kalo Paman sama Bibi lu sih bisa lu bohongin, tapi gue?”

“TON!” hardik Franky

“Apaan sih?” Tanya Tono penasaran

“Tolong lemparin kunci rumah Paman gue dah, tuh masih nempel di pintu”

Tono pun melemparkan kunci rumah Paman Ben ke arah Franky, tanpa peduli penyamarannya telah terungkap Franky berjalan santai menuju Warteg Kharisma untuk makan dan bayar hutang, sementara Tono hanya bisa diam terpaku di halaman rumah Paman Ben, Tono pikir dengan mengungkap penyamaran Franky akan terjadi sesuatu yang dramatis entah itu pertarungan atau sekedar adu bacot, namun rasanya memang Franky bukan orang yang dramatis, sehingga dia hanya menoleh sebentar lalu malah minta diambilkan kunci rumah, Tono pun segera masuk ke mobilnya dan kembali ke kantor.

TAMAT.

 

PS : Kalo kalian sempet mampir ke warteg Khrisma, jangan lupa beli gorengan, bakwannya enak :p

Advertisements
Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Kitab Suci

Beberapa kali di sebuah sosial media terkemuka yang di kuasai oleh seorang pemuda bernama Mark gue melihat postingan yang cukup menggelitik, dalam postingan yang berbentuk gambar tersebut terdapat tulisan :

“baca doa-doa ini jika ingin rejeki mu lancar”

atau postingan bergambar lain seperti :

“baca ayat ini supaya rejeki mengalir deras”

dan seterusnya, bla bla bla

Tentu saja, apa yang ada di dalam postingan tersebut merefer kepada surat-surat yang terdapat dalam kitab suci Al Quran, kitab suci yang diturunkan kepada Rasul Allah, Muhammad (Sallahualaihi Wassalam) sekitar 1400 tahun yang lalu, yang konon, hingga saat ini, fungsi dan kandungan serta isi di dalam kitab suci tersebut belum berubah sama sekali (inshaallah, hanya Allah yang lebih tahu, tentunya) .

Jujur saja, gue mengernyitkan dahi ketika gue membaca isi di dalam postingan gambar tersebut, bagaimana tidak? sejak kapan sih Rasul Allah, Muhammad (Sallahualaihi Wassalam) mengedepankan umatnya membaca Al Quran untuk kepentingan kelancaran rejeki? yah, gue memang bukan pembaca setia Al Quran atau Hadist sih, tapi gue tahu persis, bahwa tujuan dari membaca ayat-ayat dan surat-surat yang ada di dalam Al Quran itu bukan semata mata untuk kepentingan seperti itu saja!. Kenapa gue bilang seperti ini? karena di sosial media terkemuka yang di kuasai oleh seorang pemuda bernama Mark itu, masih banyak juga orang-orang dengan pemikiran yang kurang maju, otomatis dengan munculnya postingan bergambar seperti yang gue sebutkan diatas, akan membuat orang-orang tersebut menjadi termotivasi untuk membaca ayat ataupun surat yang di maksud di dalam postingan, tentu saja menjadi suatu hal yang bagus, apabila seorang Muslim mau mulai membaca Kitab Sucinya, kan? tapi yang gue takutkan disini adalah, postingan bergambar yang gue maksud diatas justru hanya akan memotivasi seseorang (yang memiliki pemikiran sempit) untuk membaca Al Quran demi mendapatkan kekayaan dan harta yang berlimpah, jadi orang orang ini akan membaca Al Quran dan menghapalnya, namun mereka tidak betul betul mengetahui apa makna dan arti sesungguhnya dari apa yang mereka baca.

Fatalnya adalah, ketika mereka membaca mengulang-ulang ayat atau surat yang telah di tuliskan di dalam postingan, dan mereka tidak mendapatkan kekayaan atau rejeki yang berlimpah, maka apa yang terjadi? mereka akan berhenti membaca Al Quran, mereka akan berfikir bahwa cara yang mereka lakukan untuk menambah jumlah harta di rekening mereka ini salah, dan mereka perlu mencari cara yang lain, maka kembalilah Al Quran mereka mereka itu ke dalam rak buku dan dibiarkan disitu hingga berdebu.

Al Quran adalah pedoman hidup, sumber ilmu, firman Allah Subhanahuawataala, Al Quran adalah manual book, user guide bagi kita, manusia, untuk menjalani kehidupan.

Al Quran bukan buku mantra yang dengan membacanya kita bisa berubah menjadi super atau hebat, bukan, kawan, Al Quran seharusnya menjadi pedoman bagi kita semua untuk menggali rahasia kehidupan, Al Quran bukan buku sulap yang ketika kamu baca lalu besok hari nya rekening mu menjadi gendut, melainkan Al Quran adalah bagaimana cara yang seharusnya kamu lakukan untuk mendapatkan rejeki tersebut, dari mulai bangun pagi pagi, lalu memulai pekerjaan yang halal, hingga mengakhirinya dengan tawakal, sebuah sistematika yang jelas dan terstruktur dengan baik apabila kamu memahaminya, kalau masalah rejeki mengalir deras dan berlimpah, itu murni urusan Allah Subhanahuwataala, mutlak.

Gue menganalisa sendiri dari apa yang gue lihat di sekitar gue, masih banyak memang, orang-orang naif yang membaca Al Quran (atau sebagian daripada surat maupun ayat ayat yang ada di dalam Al Quran) untuk kepentingan diri pribadinya saja (yah, misalnya hanya membaca beberapa ayat saja karena yang bersangkutan diberitahu bahwa dengan membaca beberapa ayat itu maka dia akan menjadi kaya raya), banyak juga kok orang yang jadi mendadak rajin solat lima waktu karena ada iming iming seperti :

“solat subuh itu membuka pintu rejeki”

“solat dhuzur itu melancarkan rejeki”

“solat ashar tepat waktu doa akan dikabulkan Allah”

dan seterusnya dan seterusnya

Gue secara pribadi bukannya ngga percaya sama kekuatan solat, tapi kalo dihubung-hubungkan antara solat dan menjadi orang yang banyak rejeki gue sih mengernyit pasti, karena “solat itu menjaga hati lo dari perbuatan keji dan munkar, tentu saja apabila solat itu dilakukan dengan benar, tulus, dan khusyuk) hahahahaha, itulah kita, itulah manusia, harus banget tau imbalan baru deh mau ngelakuin sesuatu, dan kadang persepsi rejeki itu dekat sekali dengan kemakmuran, kekayaan, dan kemewahan duniawi yang terukur dengan jumlah kurs dolar maupun beratnya gram logam mulia,  banyak di sekitar gue yang ngga mengerti bahwa udara pagi yang segar dan bangun tidur dalam keadaan sehat walafiat disertai kentut yang lancar menggelegar itu juga termasuk rejeki! tak ternilai, coba aja, lo bangun tidur di sebuah area pegunungan yang udaranya nikmat bukan kepalang tapi lo ngga bisa kentut…sengsara lo!

Jadi gitu, sekali lagi, ini bukan lah tulisan tentang keagamaan yang mendalam, atau gimana gimana, gue juga bukan muslim yang taat, gue cuma muslim yang rada eneg aja sama beberapa orang (yang entah maksudnya apa) yang suka mengait-ngaitkan antara ibadah dan kekayaan harta atau kemewahan, karena bukan itu intinya ibadah, ibadah adalah kewajiban kita sebagai manusia, ibadah adalah tugas manusia di dunia, sebagaimana Allah berfirman :

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

karena Allah sudah menciptakan kita, ibadah yang termasuk di dalam nya solat dan membaca surat dan ayat ayat Al Quran adalah bentuk rasa syukur kita terhadap Allah Subhanahuwataala atas segala yang telah Dia berikan kepada kita, sekaligus menjadi media bagi kita untuk memahami bagaimana cara kerja alam semesta ini, bagaimana menjalani hidup supaya menjadi peribadi peribadi yang baik bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan sekitar kita dan tentunya sebagai peringatan bagi kita, bagi umat manusia.

Jadi kalo ada yang bilang, “lo mau kaya sob? nih lo baca nih surat ini, ayat ini, setiap hari 3 kali, pas subuh, dzuhur, ama ashar, trus jangan lupa solat dhuha, solat dhuha manggil rejeki tuh”

ketawain aja, orang orang yang seperti itu kalo menurut gue sih mesti lebih banyak ikut acara-acara peng-kaji-an Al Quran  dan ngurang-ngurangin nonton acara-acara TV lokal terutama yang isinya “dakwah” murahan sekelas “ustad” pelawak.

Tagged , ,

(Sebagian Dari) Bangsa-Ku Bermental Budak, Sedih Aku

Bangsa Indonesia bermental budak, yah paling tidak desainer desainer nya bermental budak.

Kenapa? Jadi gini. Selama beberapa tahun belakangan, sekitar 5 tahunan belakangan, gue manggantungkan hidup gue dari sebuah profesi yang ngga bikin perempuan manapun kagum, profesi itu adalah “Desain Grafis”, emang sih sengaja terjun ke profesi ini karena suka gambar dari kecil, hanya saja, karena tuntutan kehidupan dan blablabla memaksa gue harus banyak banyak istighfar, sabar, dan tawakal serta rajin rajin cari side job-an, biasanya kalo gue sih (ngga tau yah kalo temen temen desainer yang lain) nyari side job-an itu gampangnya setengah mati, banyak banget orang sekitaran gue yang lelaguan, segala foto BBM doang lah pengen di edit-edit aneh, segala bon makanan atau sertifikat kursus lah pengen di edit harga dan nilainya, dan masih banyak lagi lah side job-an side job-an sejenis yang kesemuanya itu tentu saja TIDAK ADA IMBALANNYA SAMA SEKALI atau biasa di sebut PROYEK TENGKYU, yah, sama sekali ngga ada, entah gue nya yang baik banget, katrok, minderan, atau memang gue berada di lingkungan orang orang yang ahli perhitungan bin pelit maidit kejepit suprit?! entahlah, hanya mereka dan keluarganya yang funky funky aja kali yang tahu.

Dengan kenyataan superti itu, tentu saja gue ngga bisa dong terus terusan jadi desainer “baik”, selain itu merugikan gue itu juga merugikan anak dan istri gue, bagaimana bisa toh gue beli popok dan susu anak gue hanya dengan ucapan “makasi ya sob” atau “gile lo emang jago banget deh, makasi banyak yah”. Gayung pun bersambut ketika gue menemukan sebuah situs bertajuk http://www.99designs.com* di situs ini selain hadiahnya pake dolar (walaupun kalo di rupiahin sebenernya ngga gede gede amat juga) klien kliennya pun dari luar negeri semua, jadi kesempatan buat nyari uang sekalian menuh menuhin portfolio plus melebarkan sayap ke luar negeri dong, sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui kalo katanya bapak ibu kita dulu mah, namun sungguh memang rejeki tiap tiap umat sudah ditentukan oleh Allah Subhanahuwataala, berkali kali ikutan kontes desain di website tersebut gue ngga pernah menang, sehingga gue balik lagi ke PROYEK TENGKYU tadi untuk beberapa saat, sampai akhirnya gue menemukan lagi situs sejenis bertajuk http://www.sribu.com* , di situs ini hadiahnya pake rupiah (dan nominalnya sangat sangat kecil sekali, bahkan kalo menurut gue masih gedean gaji kuli bangunan yang ngerjain proyek MRT daripada bayaran pemenang kontes di situs ini) dan kliennya pun dari Indonesia, yah, walaupun perbandingannya jauh sama 99designs, tapi kalo buat sekedar beli susu sama popok doang mah lumayan juga sih, jadilah gue mulai rutin ikutan kontes desain di website sribu ini.

Jadi, apa yang gue mau ceritain disini adalah pengalaman singkat gue menjadi kontestam di beberapa kontes yang diadakan baik di 99designs maupun di sribu. Gue melihat sekali bagaimana pekerja kreatif di negeri busuk ini (baca : Indonesia) sangat tidak di hargai, coba saja anda bayangkan, gue pernah (bahkan sering) menjumpai kontes-kontes logo dalam situs sribu yang hadiahnya cuma 640 ribu rupiah, yah, sebuah logo, sebuah konsep dan buah pemikiran yang ngga sembarangan itu hanya di hargai 640 ribu rupiah! sungguh kejam! tapi tetep aja tuh banyak yang ikutan, bisa sampe 50-an lebih kontestan, tentu saja itu jadi bikin gue secara pribadi tambah sedih, bagaimana tidak? kok bisa bisanya gitu yah, si pemilik perusahaan yang ngga punya otak itu ngasih harga cuma 640 ribu buat sebuah logo? belum lagi pihak pemilik situs, kok iya di approve aja gitu yah kliennya cuma punya budget segitu? sungguh memilukan. Nah itu kan dari segi si penyelenggara kontes ya, dari segi desainernya juga ngga kalah memilukan loh, nih contoh salah satunya :

Screen Shot 2015-10-13 at 10.37.11 PM

kolom komentar kalo di situs sribu, penuh bos, penuh sama CARMUK-an CARMUK-an desainer lepas yang kelihatan banget butuh pengakuan dan duit jajan dari mulai desainer kampungan yang nulis

“Dear CH, tolong di cek dan di rate ya desain nomor sekian”

atau desainer super duper kampungan yang nulis

“Dear CH makasih ya bintangnya”

atau ada lagi yang katrok ngga ketulungan

“Desain nomor sekian kok sama yah kayak desain ini (sambil kasih link logo yang memang bentuknya mirip)”

Nah kelihatan banget kan mentalnya rendah?

Padahal logika aja dong yah, ketika kita upload desain kita, kan pasti si penyelenggara kontes dapat notifikasi, otomatis dia bakal lihat kalo kita upload desain, dan kalau dia memang suka ngapain juga kita sodor-sodorin dengan gaya cari muka khas PNS yang lagi ngejilat pantat atasannya. Jikalau memang perlu kita membahas desain kita secara detail atau kalau kita memang perlu banget jilat pantat nya si penyelenggara kontes, kan ada kolom private komen di tiap tiap design yang sudah di upload, tulis aja disana, jadi yang bisa baca memang cuma si desainer dan si penyelenggra kontesnya doang.

Trus yang kedua adalah dalam proses rating, kalau sudah di rating nih, mulai deh nyohor di komen, yaelaaaahhhh! penting emangnya ya? aduh, ini nih kebiasaan orang Indonesia yang susah banget ilangnya, asli susaaaahh banget! gue banyak loh menjumpai orang yang kerjaannya nyohor melulu, kayak salah satu contoh aja nih temen gue di kantor pernah bgini :

Temen Gue : duh ru, ngantuk banget gue

Gue : emang kenapa lo bro? begadang semalem? (tanggapan ini sebenernya basa basi karena sesungguhnya gue males nanggepin cuma karena gue ngga enak jadi yah mau ngga mau namanya juga sama temen kantor)

Temen Gue : iya, semalem gue ngga bisa tidur trus gue bingung kan mau ngapain, yaudah deh gue solat tahajud aja, abis tahajud gue baca Al-Quran tuh sampe jam 3, trus gue lanjutin aja sahur, gue niatin aja puasa sunnah, trus gue ngga tidur lagi tuh sampe subuh, lanjutin solat subuh di masjid, trus gue blablablabla…dia cerita deh semua amalan amalannya dia hari itu

Gue : oh…oke…(dalem hati pengen ngegampar ini orang pake kursi lipet, trus ngelempar badannya dari lantai 3, sampe bawah gue lindes pake bus HIBA Utama, trus gue bakar badannya di rel kereta commuter line, biar sekalian di lindes!!!)

Agak agak mirip sama apa yang dilakukan desainer kita di kolom komen situs sribu itu, mbok yah toh kalo udah di rating yasudah bersyukur aja, Alhamduliillah, semoga bukan cuma rating, tapi menang juga, lah ini baru di rating aja udah nyohor di komen, padahal sekalinya kontes desain bisa ratusan dan sekali lagi, itu bisa di taroh loh di kolom komen pribadi.

Dan yang ketiga adalah plagiarisme, memang sih di pandang dari segi apapun yang namanya menjiplak ide apalagi menjiplak bentuk fisik secara terang terangan itu adalah kesalahan, namun, apakah kita sebagai manusia yang (KALAU) bermoral dan (KALAU) beriman harus menghakimi? haruskah kita menjatuhkan lawan dengan cara seperti itu? apakah si penyelenggara kontes itu orang polos yang bodoh? kalaupun iya, ya itu urusan mereka dan rejekinya si pemenang (apabila desain si plagiat yang jadi pemenangnya), kenapa mesti repot-repot menghakimi dan merasa diri paling benar dan paling original?

Dari ketiga CARMUK-an diatas, gue melihat bahwa mental budak dari bangsa ini sudah lumayan parah, yah paling tidak mental sebagian dari para desainernya, karena, gue sama sekali ngga pernah melihat itu di 99designs, sama sekali bos! di 99designs kolom komentar itu isinya murni brief soal kontes desain yang sedang di selenggarakan, ngga peduli disana ada plagiat atau ada dua desain yang sama persis sekalipun, itu tidak akan di bahas di dalam komen, karena apa? karena mereka cukup dewasa untuk bersikap, urusan para desainer itu ya dengan si penyelenggara kontes, bukan dengan desainer lainnya, persetan desainer lain itu mau plagiat kek, mau original kek, yang penting si penyelenggara kontes ini bisa ngga nerima desain gue, udah gitu aja toh yang penting? padahal yah, yang gue tahu, banyak peserta kontes di 99designs itu orang Indonesia, tapi gue ngga tau di bagian mananya, karena mental mereka bener-bener beda sama orang-orang Indonesia “asli” yang ada di sribu.

Tulisan ini memang tidak akan merubah mental siapapun, tapi gue jujur, gue pengen ada yang tersinggung sama tulisan ini, supaya yang tersinggung itu bisa ngaca, bisa berubah jadi pribadi yang lebih baik, ngga norak dan ngga malu maluin ibu bapaknya.

*Sribu is a website that connects between client who need graphic designs and community of designers from all around the world.

Sribu adalah situs yang menjembatani klien yang membutuhkan jasa grafis desain dengan komunitas dessainer dari seluruh dunia.

Tagged , , , , , , ,

The Power of Customer Care

18.40. Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jakarta, Indonesia.

Inilah kenyataan dalam kehidupan kota sebesar Jakarta, inilah waktu dimana manusia berkumpul tumpah ruah dalam satu rangkaian kereta, semuanya berbeda-beda, ada yang tukang jualan, ada yang pegawai rendahan, ada juga para atasan, semua nya punya satu tujuan, pulang!

Gue adalah salah satu pengguna kereta listrik, yang setiap hari dengan segala dinamikanya, seperti terlambat datang, gangguan pada listrik rangkaian, atau sekedar gerbong yang kepenuhan, semuanya gue lalui setiap hari dengan penuh suka cita, yah paling tidak ini lebih baik tentu saja daripada harus mengendarai sepeda motor melintasi macet nya ibukota hingga ke Selatan kota Tangerang, paling tidak di kereta listrik yang bau ketiak para “kuli-kuli korporasi” ini gue ngga perlu menghirup bau karbon monoksida yang keluar bebas dari pantat-pantat pembuangan kopaja, metro mini dan sejenisnya. Entah kenapa pemerintah masih saja belum ambil tindakan atas keadaan kendaraan umum yang begini, gue heran, sungguh.

Tapi kita tidak juga akan membicarakan tentang dinamika dunia perkereta apian ibukota, asap ngebul kendaraan umum, atau apapun yang berhubungan dengan kesemerautan transportasi publik di Jakarta, gue akan membicarakan sesuatu yang lebih dari pada itu.

Hari itu gue bersama dengan seorang teman turun di stasiun Tanah Abang untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Stasiun Sudimara yang berada di jombang, Tangerang Selatan, karena masih menunggu jadwal kereta berikutnya akibat kami berdua ketinggalan kereta, alhasil gue dan temen gue yang kebetulan memang adalah seorang “pemain lama” dalam dunia perkeretaan listrik mengajak gue ke ujung batas lokasi penurunan penumpang, agak susah yah menuliskan deskripsinya, yah pokoknya ini lokasi dimana seharusnya sudah tidak boleh ada manusianya, karena ini lokasi lintasan kereta, namun ternyata banyak juga orang yang duduk-duduk dilokasi ini, mereka duduk di atas rel kereta api, pada lintasan 5 dan lintasan 6 yang tentu saja “kenikmatan” duduk diatas rel seperti ini adalah ketika ada kereta yang hendak melintas orang-orang tersebut akan berpindah secara berjamaah atas aba-aba dari penjaga

“woooii…5 mau lewat…awas…awas”.

Sampai gue di lintasan bersama temen gue ini, temen gue bertanya kepada seorang ibu-ibu

“bu, yang biasanya dagang gorengan pake sambel kacang mana ya bu?”

“ooohhh…si ompong? si ompong mah udah abis dia jam segini, kalo mau sorean mas”

kurang lebih seperti itu percakapan temen gue dengan si ibu-ibu yang kemudian gue ketahui adalah seorang pedagang “gelap” di lintasan itu, si ibu itu berdagang gemblong (sebuah makanan manis khas Jawa Barat, gue ngga bisa menjelaskan dengan detail mengenai gemblong disini-monggo di gugel yah), aqua, dan rokok, yang pasti sih gemblong nih ibu-ibu enak, setelah gue makan gemblong 3 biji, kereta gue datang, dengan rasa sedikit kenyang gue masih penasaran sama si ompong ini, seenak apa sih gorengan sambel kacangnya?.

Hari kedua gue dan temen gue yang kemarin hinggap di stasiun Tanah Abang lebih cepat, segera setelah turun dari kereta kami berdua menuju lintasan 5, kami menemukan beberapa wajah disana, salah satunya adalah seorang pria berperawakan gemuk, berkulit gelap, menggunakan topi, dengan kaos oblong kebesaran dan celana bahan hitam, membawa sebuah tas yang lumayan besar, dan ketika mulut nya terbuka, tidak terlihat gigi depannya sebuah, jadi sudah dapat dipastikan orang ini pasti tukang gorengan sambel kacang idola semua penumpang yang akrab di sapa ompong, temen gue girang, langsung dia pesen dua bungkus, satu untuk dirinya sendiri dan satu untuk gue, memang cukup unik si ompong ini, gorengan ditaruh didalam plastik dan sudah di potong keci-kecil, tidak seperti lazimnya kalo gue biasa menemui tukang gorengan sambel kacang yang biasanya ditaruh di atas sebuah piring dengan keadaan utuh, tentu saja alasan paling masuk akal untuk hal ini adalah karena si ompong adalah pedagang “gelap”, semenjak Joko Widodo-Ahok memimpin Jakarta, memang mereka melarang orang-orang berdagang di sekitar stasiun kereta, maupun di dalam kereta, jadilah orang-orang seperti si ompong ini berjualan dengan gerilya, menggunakan tas gendong yang ukurannya tidak lebih besar daripada carrier anak-anak pendaki gunung, di dalam tas tersebut sudah tersedia gorengan yang sudah di potong-potong dan di campur, campurannya antara lain adalah : tempe goreng tepung, bakwan, tahu goreng, dan lontong, yang membuat gorengan si ompong ini special adalah kuah bumbu kacangnya, selama gue menjadi langganan baru si ompong, banyak gue jumpai orang-orang berdatangan ke si ompong menanyakan apakah gorengannya masih ada atau sudah habis, bahkan gue sampe harus nge-save nomor hapenya si ompong ini dan rutin setiap sore gue selalu sms dengan bahasa yang sama.

“pong sisain 3”

Hebat ya, ompong tidak pernah beriklan, bikin TVC, bikin print ad, ngga punya twitter, facebook, google+, blogs, instagram, path, atau social media sejenis yang biasanya kita pergunakan untuk media promosi. Modal utama si ompong ini hanya sebuah “keramah-tamahan” dan service yang memuaskan, dia tidak akan sungkan-sungkan untuk bercerita lucu atau sekedar nanya “kerja di mana emangnya lo?” kepada pelanggannya, membangun sebuah koneksi dan channel yang membuatnya tidak mudah untuk di lupakan orang, tentu saja hal ini juga di dukung dengan gorengannya dan bumbu sambel kacangnya yang memang JUARA!.

Melihat begitu banyak pelanggannya si ompong ini, membuat gue berfikir, bahwa inti dari kelangsungan hidup sebuah product yah selain sudah pasti dari kualitasnya sudah barang tentu dari bagaimana sebuah product itu bisa melakukan interaksi dengan khalayaknya, jadi bukan hanya sekedar berjualan lalu laku lalu sudah selesai, apa yang dilakukan ompong ini memang bukan hal baru, dimana lo bisa berinteraksi dengan baik dengan hampir-semua pelanggan lo, banyak juga perusahaan-perusahaan melakukan hal yang sama, melalui media iklan, dengan membuat iklan-iklan yang “touching” secara “emotionally” tapi, tidak semua berhasil, karena apa? karena interaksi yang paling tua dan paling berhasil itu sudah tentu saja interaksi dua arah, dimana kedua belah pihak sama-sama terlibat, dalam arti di sini antara si pengguna dan penyedia product sama-sama bisa saling share dan ngobrol-ngobrol, jadi ada hubungan pengikat yang baik antara customer dengan penyedia product, sehinga customer itu merasa bahwa dia betul-betul dihargai.

Beberapa kali gue sempet “selingkuh” dari sebuah product bukan hanya karena kualitasnya yang buruk, melainkan juga karena interaksi antara customer service nya dengan gue yang kurang baik, tidak ada interaksi berarti disitu, customer care-nya tidak bertindak seperti layaknya manusia yang bisa kita harapkan untuk membantu, tapi justru customer care nya bertingkah seperti robot yang sudah di program untuk menjawab sesuai dengan skenario yang telah di sediakan oleh si pemilik perusahaan. Padahal, pelayanan yang baik terhadap pelanggan adalah hal yang sangat penting dalam kelangsungan hidup sebuah product (Brand).