Tag Archives: bid’ah

Dholalah

Siang itu, loket di stasiun Sudimara, Jombang begitu padat, antrean panjang menjadi pemandangan indah di teriknya matahari.
Saya tidak ingin kemana mana, hanya saja ada dua tiket THB yang rasanya sayang kalau di biarkan saja hangus di dompet (secara 1 tiket nya bisa di refund 10 ribu, lumayan kan 2 tiket dapat 20 ribu, bisa beli nasi padang).
Saya pun ikut mengantri dengan santai di loket 5. Stasiun sudimara memiliki 2 loket sebenarnya, namun siang ini hanya 1 loket yang dibuka sementara loket satunya ditutup.

Tidak lama saya mengantri ada seorang laki laki berbaju merah (LBM) yang nampak kebingungan, setelah celingak celinguk beberapa saat diapun melihat ke pemuda berbaju hijau (PBH) di depan saya, lalu dia mulai bertanya
LBM : mas, kalo mau nukar tiket (refund) dimana ya?
PBH : ooh disini nih mas (sambil menunjuk ke arah loket yang tutup)
LBM : disini ya bisa ya? (Sambil menunjuk ke arah loket yang tutup) 
PBH : iya mas!

Lalu si laki laki berbaju merah ini pun maju ke depan loket yang tutup, tanpa curiga sedikit pun dia berdiri disana, sesekali memanggil manggil petugas yang nampak sedang sibuk melayani pembelian tiket, tentu saja petugas tidak terlalu mengindahkan panggilan laki laki berbaju merah ini karena petugasnya pun sedang sibuk.

Setelah cukup lama berdiri dan memanggil tanpa ada respon, laki laki berbaju merah ini pun mulai gelisah, sampai akhirnya ada seorang petugas lain yang masuk ke ruangan loket lalu memberitahukan kepada laki laki berbaju merah bahwa loket dimana dia berdiri itu tutup dan untuk menukarkan kartu dia harus antri di loket sebelahnya (tempat saya dan pria berbaju hijau mengantri). Sambil cengar cengir tengsin laki laki berbaju merah pun mundur dan masuk ke antrean paling belakang.

Saya lalu berfikir, beginilah bahayanya berita palsu. Ketika seseorang menerima berita palsu lalu si penerima berita melaksanakan 100% apa yang di sampaikan kepadanya, maka akan sia sia lah apa yang dia lakukan, meskipun apa yang dia lakukan sudah sesuai dengan prosedur, ya kan? Laki laki berbaju merah ini sudah menjalankan apa yang di beritahukan oleh pria berbaju hijau, yaitu mengantri di loket sebelah ( loket yang tutup) dan membawa tiket THB untuk di refund, namun apa yang dia tidak tahu adalah bahwa dia mengantri di loket yang tutup! Maka apa yang sudah dia lakukan (meskipun sesuai dengan prosedur) akan menjadi sia sia.

Apakah kalian menangkap leluconnya?
Ini baru salah ngasih tahu loket, loh, apakah terbayang oleh kita kalau berita palsu yang disampaikan itu berkaitan dengan syariat? Tuntunan beribadah? Atau hal hal yang berkaitan dengan hukum halal haram? Naudzubillahimindzalik.
Sementara yang menyampaikan kabar palsu itu diam, padahal dia tahu apa yang disampaikannya adalah sebuah kesalahan, dan yang menerima kabar terus terusan berada di dalam kepalsuan, akhirnya apa? Dia tersesat!, karena melakukan sesuatu yang sia sia.

Tagged , , , , , , , , , , , , ,