Tag Archives: article

DALAM SEBUAH DUNIA PALALEL

BAGIAN I

 

dalam sebuah dunia paralel

sebuah keluarga kecil dengan Ayah, Ibu, dan seorang Putra yang masih berumur 14 tahun baru saja pulang dari sebuah pertunjukkan teater, tanpa sebab yang jelas, sang Ayah mengajak putra dan istrinya untuk menelusuri sebuah lorong sempit di antara dua buah gedung. (padahal sang Ayah adalah seorang dokter bedah dan pengusaha yang kaya raya, yang tentunya bisa saja menunggu di lobby teater untuk di jemput oleh sang asisten rumah tangga setia yang bernama Alfred Pennyworth, yang tentunya, kalau itu terjadi semuanya akan berjalan normal normal saja).

Dalam perjalanannya keluarga ini di todong oleh seorang perampok bersenjata api yang meminta uang serta perhiasan, dengan gagah berani sang Ayah maju ke depan melindungi istri dan putranya dan memberikan dompet yang berisi uang kepada si perampok, namun si perampok masih belum merasa puas, dia beralih pandang ke sang istri dan melihat kalung mutiara yang bersinar di leher sang istri lalu menariknya, melihat istrinya dalam keadaan terancam, suami yang gagah berani ini mendorong si perampok, karena merasa kesal si perampok pun menembakan pistolnya dua kali ke arah sang suami dan istri yang menyebabkan mereka berdua mati seketika, melihat kejadian ini anak laki laki yang masih berusia 14 tahun itu hanya sanggup terdiam dalam kagetnya, merasa masih terlalu kecil untuk membela kedua orang tuanya dan karena takut setengah mati, si anak lalu terjatuh lunglai diantara mayat kedua orang tuanya sambil menunduk penuh kesedihan dan penyesalan, sementara si perampok sudah lari dengan membawa serta uang dan kalung mutiara putus yang sebagian dari biji2 mutiaranya berserakan dijalan tercampur oleh darah dari kedua orang tua si anak laki laki.

Waktu pun berlalu, anak laki laki 14 tahun yang telah direnggut masa kecilnya dalam trauma mendalam itu kini telah berubah menjadi seorang pemuda yang tidak biasa, konon setelah kejadian dalam lorong sempit malam itu, si anak laki laki menjadi penyendiri, dan ketika dia sudah menginjak umur 16 tahun dia mulai pergi keliling dunia, mempelajari semua hal dari mulai bela diri hingga ilmu eksakta, pelet, tulah, hingga ilmu hitam dan sihir khas daerah pedalaman Kalimantan sana, setelah ilmunya cukup si anak laki laki merasa harus kembali ke kota kelahirannya, kota yang telah merenggut kebahagiaan masa kecilnya, kota yang telah merubah dirinya dari seorang anak paling bahagia di dunia hingga menjadi anak paling sengsara dunia, dia melihat kotanya kini telah menjadi kota paling korup kedua setelah Indonesia, kota itu dipenuhi oleh orang orang susah yang tidak punya akidah (atau dalam kata lain, “udah miskin, belagu lagi”), orang orang kaya yang kikir, dan orang orang beriman yang riya;, pemuda itu pun prihatin, segera setelah dia kembali ke istana (rumah gedongan) peninggalan ayahnya yang juga dulu tinggali oleh kakek dan buyut dari si pemuda ini, dia menemukan asisten rumah tangga nya masih setia menunggunya, keturunan terakhir dari dinasti konglongmerat yang telah menghidupi si asisten rumah tangga selama hidupnya, disambut si pemuda yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri itu dengan pelukan hangat yang segera di tolak oleh si pemuda sambil berkata

“ngga usah peluk peluk, mas” dengan nada sedikit menyindir

Segera pelukan itu di lepas si asisten rumah tangga dengan sedikit kecewa, sambil menunduk si asisten rumah tangga pun berkata,

“maaf gan, saya khilaf”

Lalu si pemuda hanya diam dan terus berjalan menelusuri rumah yang mungkin sudah terlalu lama dia tinggalkan, semua perabot masih sama peletakannya, foto kedua orang tuanya masih terpampang di dinding diatas TV LED keluaran terbaru dari samsung yang persis sekali seperti di iklan iklan, dalam diamnya pemuda itu duduk, lalu berkata lagi ke si asisten rumah tangga dengan nada pelan dan lirih,

“Alfred…”

“iya gan” sahut si asisten rumah tangga

“tolong…”

“apapun gan, saya mah selalu siap membantu juragan apapun yang juragan minta, juragan tinggal bilang aja gan, juragan mau apa?”

“bikinin es teh manis satu ya pret”

“oh, iy gan, baik”

“pret…”

“kenapa lagi gan?”

“gulanya dikit aja”

—————————————————————————————————————————

Akhirnya si pemuda pun ketiduran setelah menenggak beberapa gelas es teh manis sambil nonton kabar kabari, si asisten rumah tangga hanya menatap si pemuda penuh nafsu, namun dia tidak bisa berbuat apa apa karena dia takut akan kehilangan pekerjaannya. akhirnya si asisten rumah tangga kembali ke dapur dan mulai memasak sayur oyong kesukaan si pemuda untuk makan malam.

Kesokan harinya, si pemuda terbangun dan tersadar bahwa dia sudah tidak lagi berada di ruang TV, tapi sudah di pindahkan ke kamarnya, kamar yang masih sama dengan kamar yang dulu dia tinggalkan, sebuah kamar dengan desain minimalis dengan sedikit coret coretan di dinding dan tempelan poster poster dari band band kesukaan si pemuda semasa kecilnya, seperti backstreet boys, westlife, 911, hanson, bed and breakfast, dan 98 degrees masih terpasang dengan rapih di dinding kamarnya tepat diatas TV LED samsung terbaru yang bisa digunakan juga sebagai internet dan bermain angry birds.

Si pemuda terdiam sejenak, dia lalu segera beranjak untuk mandi.

Setelah selesai mandi si pemuda segera mengenakan pakaian rapi lengkap dengan jas dan sepatu pantopel peninggalan ayahnya, si asisten rumah tangga yang dari tadi sudah mesem mesem karena kagum sekaligus nafsu melihat majikannya berdandan bak supermodel Italia itu terdiam di pintu sambil salah tingkah yang akhirnya membuat si pemuda menjadi geram

“pret, lu kenapa sih?! mesem mesem, bolak balik! pusing gue ngeliat lo!”

“eh…iya…anu…gan…maap…duh…juragan percis dah kayak tuan besar pake pakean begitu, ganteng!”

“ya iyalah percis, gue kan anaknya”

“oh iya ya gan”

“perusahaan bokap sekarang dijalanin sama siapa pret?”

tanya si pemuda yang mulai serius

“ada gan itu temennya tuan besar juga, siapa dah tuh, yang item kayak orang papua?”

“oh, iya iya, yaudah gue mau berangkat pret, panasin mobil gih dah”

“yang mana gan?”

—————————————————————————————————————————

Mobil Ayla G Matic hitam keluaran dari Daihatsu itu melaju kencang di jalan tol, berjalan lurus menuju perusahaan peninggalan si pemuda yang terletak memang agak jauh dari rumah gedongan si pemuda, kira kira butuh waktu sekitar satu setengah jam perjalanan untuk bisa sampai ke kantor peninggalan sang ayah dari rumah gedongan, itupun kalau di tempuh dengan kecepatan yang stabil, kalau macet yah bisa sekitar 2 jam-lah, kalau naik gojek bisa lebih cepat, namun si pemuda kelupaan belum isi paket internet dan wifi dirumahnya udah 2 bulan ngga di bayar oleh si asisten rumah tangga.

Setelah sampai di kantor peninggalan ayahnya, si pemuda langsung naik ke lantai paling atas menuju ruang meeting, kebetulan semua jajaran direksi memang sedang mengadakan meeting mingguan untuk membicarakan segala aspek dan urusan tentang perusahaan, si pemuda menunggu dengan santai di luar ruang meeting sambil main candy crush, setelah cukup lama akhirnya meeting selesai dan pintu pun di buka, betapa kagetnya pemimpin rapat-yang mukanya persis kayak orang papua-ketika di balik pintu yang terbuka berdiri seorang pemuda yang dia sangat kenal baik ayahnya, sambil terkaget orang yang mukanya kayak orang papua itu pun memanggil si pemuda dengan nada kaget

“tuan Wen?”

“Luserius…” dijawab oleh si pemuda dengan sedikit menganggukan kepalanya penuh wibawa khas gayanya konglongmerat

“bernakah ini Anda tuan Wen? anda kembali?”

“ya, Luserius, saya akan kembali mengurus perusahaan ini, sesuai dengan wasiat nya Bapak dulu”

“baiklah kalau begitu tuan Wen, saya akan memberitahukan kepada semua jajaran direksi.

Saudara saudara sekalian, saya ingin mengumkan bahwa mulai hari ini, perusahaan ini PT. Cakrawala Megah Sejahtera atau Wen Korporat, akan kembali ditangani langsung oleh putra satu satunya dari pemilik perusahaan yaitu almarhum dokter Tomas Wen, Franky Wen, selamat datang kembali Pak Wen, selamat datang kembali”

dan semua jajaran direksi pun bersorak gembira dan bertepuk tangan menyambut kembalinya sang pemegang tahta.

Singkat cerita, Franky kembali menata hidupnya, dia mulai ikhlas dengan dan mulai memaafkan dan menerima masa lalunya, Franky rajin solat di masjid ataupun mushola bahkan dia sendiri tergabung menjadi salah satu jajaran pengurus masjid yang terdapat di kompleknya, Franky pun memecat Alfred Pennyworth setelah Franky melihat langsung si asisten rumah tangga itu memliki banyak sekali foto foto dirinya di kamar tidurnya dan serta Alfred menyimpan celana dalam milik Franky di bawah bantalnya, Franky segera memecat Alfred dan memulangkannya ke kampung halamannya di Tasikmalaya. Demi penghematan dan keamanan Franky kini mencari asisten rumah tangga yang perempuan saja dan tidak menginap, diusahakan umurnya agak tua karena khawatir kalau mengambil pembantu yang masih muda, selain malas, kerjanya kadang kadang suka ngga beres, dan sudah pasti hobinya telpon-telponan dan bakalan sering minta libur, udah gitu pasti minta gaji gede deh, bete banget kan.

Semua berjalan lancar hingga pada suatu hari, Franky bertemu dengan sorang wanita sholehah yang bernama Mariana, dalam sebuah acara pengajian, Franky langsung jatuh hati dengan Mariana dan ternyata Mariana pun merasakan hal yang sama, tidak butuh waktu lama bagi Franky untuk menemui orang tua Mariana dan segera menikahinya, pernikahan berlangsung sederhana meskipun di hadiri oleh beberapa pejabat penting.

Setelah menikah dan berbulan madu di tanah suci, Franky dan Mariana pun memutuskan untuk tinggal di New York, Amerika Serikat, selain Mariana juga harus melanjutkan sekolahnya di sana, Franky pun kebetulan sudah merger dengan perusahaan di New York dan berencana akan memimpin perusahaan tersebut. Pernikahan Franky dan Mariana begitu hangat dan bahagia, mereka di karuniai dua orang anak.

Setelah perjalanan dinas ke Cina, Franky, istrinya, dan kedua anaknya berkunjung ke Taman Sentral di kota New York untuk piknik sore disana, namun tiba tiba Franky menyaksikan sesuatu yang diluar dugaan, mereka sekeluarga menyaksikan segerombolan mafia yang sedang mengeksekusi seseorang dengan cara di gantung diatas pohon, belum sempat Franky membawa keluarganya untuk pergi, gerombolan mafia tersebut sudah terlanjur melihat Franky dan keluarganya, tanpa belas kasihan, gerombolan mafia tersebut menghabisi Franky dan keluarganya di tempat, namun ternyata Franky selamat dan beruntungnya, Franky dapat mengingat dengan jelas semua wajah gerombolan mafia yang telah merenggut nyawa keluarganya dengan sadis, mencari keadilan Franky melapor kepada petinggi polisi kenalannya, namun apa boleh dikata, salah satu dari gerombolan mafia yang membunuh keluarga Franky adalah juga ternyata anak kandung dari saingan bisnis Wen Korporat, yaitu keluarga Costa, yang ternyata adalah teman dekat dari pejabat polisi kota New York, merasa tidak mendapat keadilan, Franky mengumpulkan semua dana yang dia punya, yang jumlahnya sangat fantastis, dan berkat bantuan dan kejeniusan dari Luserius, Franky mendapatkan kesempatan untuk membalas dendam atas kematian keluarganya, dengan tekad dan amarah serta kesedihan di hatinya, Franky kembali kota asalnya, kota Goban, di ruang bawah tanah yang di bangun leluhurnya dulu Franky membangun sebuah markas, yang di penuhi oleh peralatan canggih dan alat alat perang modern, tentu saja untuk membeli alat alat perang modern dan peralatan canggih bukan hal sulit bagi Franky karena dengan kekayaannya yang berlimpah limpah semua hal tentunya menjadi mudah, Luserius menyarankan kepada Franky untuk menyamar dan menggunakan alias dalam aksi balas dendamnya, karena demi menjaga nama baiknya dan menjaga nama baik keluarganya maka Franky menyetujui hal tersebut.

Franky mulai memikirkan alias apakah yang akan di gunakan dalam aksi balas dendamnya, dalam perenungannya Franky juga mendapatkan pencerahan bahwa dia harus membuat baju khusus untuk aksi balas dendamnya tersebut, karena tidak mungkin dia hanya menggunakan kaos oblong jika ingin menghabisi segerombolan mafia sebesar keluarga Costa.

Tiba tiba, dalam perenungannya, Franky mendengar sebuah suara kepak sayap dari luar rumah, penasaran Franky mendatangi sumber suara, ditemukannya seekor kelelawar yang terbang berkeliling di langit terasnya, kelelawar itu menyerangnya dan memecahkan kaca jendela lalu terbang menjauh.

Franky menatap kelangit gelap, lalu senyuman tersumbing di wajahnya.

 

BAGIAN II

 

Tiba tiba, dalam perenungannya, Franky mendengar sebuah suara kepak sayap dari luar rumah, penasaran Franky mendatangi sumber suara, ditemukannya seekor kelelawar yang terbang berkeliling di langit terasnya, kelelawar itu menyerangnya dan memecahkan kaca jendela lalu terbang menjauh.

Franky menatap kelangit gelap, lalu senyuman tersumbing di wajahnya.

 

Hari ini Franky Wen kesiangan, sudah tiga minggu Franky tidak datang ke kantornya, memang, siapa yang tidak terpukul melihat keluarga sendiri di bantai dengan sadis di depan mata, Franky tidak kuasa menahan sedihnya setiap kali dia mengingat ingat kejadian ditaman itu, Wen Korporat yang kini diurus oleh Luserius sudah semakin hebat, sahamnya naik tajam, dan pendapatan perusahaan pun semakin meninggi, namun apalah arti harta yang berlimpah tanpa keluarga untuk berbagi.

Seketika dalam lamunannya Franky teringat akan pamannya yang bernama Benyamin Parkel, Benyamin Parkel dan istrinya yang bernama Mayesaroh sudah menikah puluhan tahun dan belum juga di karuniai anak hingga sekarang, mereka sempat datang jauh jauh dari Manhattan untuk menghadiri pemakaman istri dan anak-anaknya Franky, namun karena memang Franky yang kurang dekat dengan saudara saudaranya, makanya Franky menyuruh Paman dan Bibinya itu pulang lagi ke Manhattan, namun sekarang Franky sadar bahwa dia tidak bisa sendirian dan meratap terus menerus, dia memutuskan untuk (sekali lagi) meninggalkan rumah gedongan milik keluarganya itu, kali ini Franky meminta Luserius dan keluarganya untuk tinggal di rumah gedongan supaya rumah tersebut tetap terjaga dan tidak menjadi rumah angker, karena Franky belum tahu dia akan pergi untuk berapa lama.

Manhattan.

Franky tiba di Manhattan subuh-subuh, dia sudah memegang alamat lengkap tempat tinggal Paman dan Bibinya, namun dia tidak ingin menjadi Franky yang mereka kenal, maka Franky memutuskan untuk menyamar menjadi orang lain, Franky ingat bahwa Pamannya memiliki seorang keponakan yang bernama Peter Parkel, Peter sudah lama sekali menghilang, paling tidak itu yang di ketahui oleh orang-orang termasuk Paman dan Bibi Franky, namun Franky tahu bahwa Peter sebenarnya masih hidup dan bergabung dengan kelompok teroris yang bermarkas di Timur Tengah, Franky pernah beberapa kali menyusup ke dalam markas teroris tersebut untuk membujuk Peter pulang kerumah, namun Peter menolak dengan alasan bahwa dia dibayar sangat mahal oleh ketua teroris yang belakangan di ketahui adalah juga seorang pejabat penting di pemerintahan Amerika Serikat, Franky pun menyerah membujuk sepupunya.

Sadar bahwa Paman dan Bibinya sangat mencintai sepupunya yang bernama Peter tersebut, maka dengan sigap Franky menyamar menjadi Peter, dengan bantuan Luserius, (yang heran karena kok tiba-tiba Franky malah pergi ke Manhattan, padahal udah bikin markas dan udah beli segala peralatan canggih dan persenjataan modern untuk balas dendam, mubazir sekali) Franky mendapatkan identitas baru serta sebuah skenario yang bagus untuk diceritakan kepada Paman dan Bibinya sebagai jawaban atas kembalinya Peter selama 2 setengah tahun menghilang.

Singkat cerita, Franky (atau yang sekarang dipanggil Peter) berhasil mengelabuhi Paman dan Bibinya, tidak perlu banyak banyak operasi untuk membuat wajahnya mirip dengan Peter karena memang mereka sudah sangat mirip sedari kecil. Franky pun menempati kamar milik Peter, kini dia merasa tenang, dia tidak merasa sendiri lagi.

Kebohongan Franky tidak hanya untuk mengelabuhi Paman dan Bibinya, namun juga ternyata untuk mengelabuhi seluruh dunia, karena kini Franky pun mulai bekerja di tempat Peter dulu pernah bekerja yaitu di sebuah surat kabar sebagai fotografer lepas dan menjalani sebagian harinya untuk melanjutkan kuliah jurusan sains di sebuah universitas swasta yang terkenal, benar benar kebohongan (penyamaran) yang sangat rapih.

Peter Parkel terkenal sebagai mahasiswa yang pintar, yang dapat menjawab segala pertanyaan dari dosen, bahkan dalam beberapa mata kuliah Peter berhasil mengajari seorang dosen tentang teori dan rumus baru, itu sebabnya Peter di cuci otaknya oleh teroris dan di pekerjakan di salah satu markas teroris di Timur Tengah sebagai pembuat bom dan senjata kimia mematikan, disinilah kesulitan yang di alami Franky, biar semirip apapun Franky dengan Peter, tetap saja kepintaran mereka jauh berbeda, Franky cukup pintar, namun untuk menciptakan rumus dan teori baru, itu hal yang mustahil bagi Franky, namun satu hal tentang Franky adalah, dia pandai berakting, Franky mengatakan kepada orang orang bahwa selama ini dia (Peter Parkel) diculik oleh organisasi ekstrimis dan sering disiksa sehingga menyebabkan kepintarannya menurun, itu juga menyebabkan trauma mendalam pada dirinya sehingga dia agak lebih pendiam, tentu saja cerita itu dipercaya oleh orang orang dan mereka pun mulai simpati kepadanya, sehingga banyak dosen yang memaklumi jikalau nilai-nilai kuliah Peter (Franky) menurun drastis, hanya satu dosen yang kayaknya resek, yaitu dosen yang bernama Kurt Connor, dosen ini tidak terlalu percaya kalau kepintaran Peter (Franky) menurun, itu sebabnya Kurt menyuruh Peter (Franky) untuk PKL ke sebuah perusahaan sains yang cukup tersohor bernama STARK INDUSTRIES.

Pemilik dari Stark Idustries, Tono Stark, adalah teman baik Franky, karena Kurt terus memaksa Franky (Peter) untuk PKL di perusahaan itu maka mau tidak mau Franky pun membuat sebuah CV dan surat lamaran yang ditujukan ke Stark Industries, dengan Riwayat pendidikan dan prestasi yang dimiliki Peter Parkel, tentu saja dengan sangat mudah Franky bisa dipanggil untuk segera PKL di Stark Industries, untung saja hari pertama bekerja Peter tidak bertemu dengan kawannya, Tono Stark, kebetulan Franky (Peter) saat itu PKL untuk menjadi asisten dari seorang ilmuwan yang sedang meneliti tentang efek sinar gamma untuk dimanfaatkan sebagai energi baru yang nantinya dapat di konsumsi oleh publik dan menjadi pengganti energi seperti gas dan minyak bumi, penelitian tersebut berada jauh dari kantor pusat Stark Industries, sehingga kemungkinan Franky (Peter) untuk dapat bertemu dengan Tono Stark sangatlah kecil.

Menjadi anak PKL memang lah tidak mudah, Franky yang sedang menyamar menjadi Peter harus kuat kuat batin menghadapi ilmuwan ilmuwan senior di kantornya yang kadang kadang suka resek, boro boro mau memberikan ilmu nya untuk keperluan Franky (Peter) membuat laporan PKL justru sering kali Franky tidak diberikan pekerjaan selain memfotokopi, beli nasi padang untuk ilmuwan ilmuwan senior di ruangannya atau di suruh mengerjakan PR anak dari supervisornya yang baru saja masuk kelas 1 SD, malang sekali nasib Franky, entah apa yang dia pikirkan sampai dia melakukan semua ini, padahal dia sudah memiliki segalanya, dan dia sudah membeli segala keperluan untuk membalas dendam kepada keluarga mafia Costa, Franky pun terbengong, dalam ke-bengongannya tersebut Franky (Peter) tanpa sengaja menumpahkan segelas penuh cairan mutasi genetika yang di peruntukkan bagi percobaan terhadap simpanse ke seekor laba laba merah, panik, Franky (Peter) buru buru mencari kain pel di pantry, namun ketika dia kembali dia sudah tidak menemukan laba laba yang tertumpahan cairan tadi dan lantainya pun sudah kering dan hanya terdapat sedikit bekas tumpahan cairan mutasi genetika, Franky (Peter) pun kembali ke pantry untuk mengembalikan kain pel, namun dalam perjalanannya ke pantry Franky (Peter) di gigit oleh seekor laba laba berwarna merah, Franky (Peter) berteriak kesakitan, selang beberapa detik saja kepalanya langsung pusing, matanya berkunang-berkunang, dan dia merasakan sakit tak tertahankan pada bagian leher (bagian yang terkena gigitan) dan sekujur tubuhnya menjadi kaku, tidak kuat menahan sakit Franky (Peter) pun terjatuh dan pingsan.

 

BAGIAN III (TELAKHIR)

 

…Franky (Peter) di gigit oleh seekor laba laba berwarna merah, Franky (Peter) berteriak kesakitan, selang beberapa detik saja kepalanya langsung pusing, matanya berkunang-berkunang, dan dia merasakan sakit tak tertahankan pada bagian leher (bagian yang terkena gigitan) dan sekujur tubuhnya menjadi kaku, tidak kuat menahan sakit Franky (Peter) pun terjatuh dan pingsan…

 

Siang itu Tasikmalaya terasa sangat panas. Alfred Pennyworth, setelah beberapa tahun di pecat dari pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga di kediaman keluarga Wen, ia kembali ke kota ini dan tinggal dirumah gubuk tepi sawah peninggalan orang tuanya dulu, Alfred tidak pernah menyangka kesetiannya yang begitu kuat terhadap keluarga Wen kandas begitu saja di tengah jalan, pemecatan tanpa hormat dari anak majikannya membuat Alfred begitu kecewa hingga membuatnya sering melamun, siapa yang hendak dia curahkan kasih sayang kini? buah dari pengabdiannya kepada keluarga Wen membuat Alfred kehilangan kesempatan untuk menikah, bahkan dia tidak memiliki kesempatan sedikitpun untuk melakukan pendekatan terhadap wanita, semua waktunya di gunakan untuk membantu Franky Wen sembuh dari trauma masa kecil yang sudah direnggut oleh perampok berpistol, namun sebagian dari dirinya memang patut disalahkan, karena kecintaannya terhadap tuan mudanya tersebut, Alfred jadi terobsesi untuk memiliki, dia tidak akan memaksakan perasaan hinanya itu kepada tuan besarnya hanya karena dia tahu bahwa tuan besarnya adalah laki laki normal dan terhormat, namun begitulah cinta, deritanya tiada akan pernah berakhir (Ti Pat Kai-RED).

Kini dalam penyesalannya Alfred hanya mengandalkan dirinya sendiri, berjualan beras di sebuah warung dekat rumah demi pemasukan dan kelangsungan hidup sehari hari, yang penting halal, begitu pikirnya, dia juga sudah mulai mau mencoba untuk tobat, tidak secara langsung, dia pikir, dia butuh proses, tapi paling tidak sekarang sudah menjadi candu baginya setiap pagi harus menonton acara dakwah yang di siarkan di stasiun tv swasta murahan dan di pandu oleh lelaki yang ke perempuan perepuanan yang dengan beraninya memanggil diri sendiri “ustad”, bernama maungana, itu tuh, yang suka ngomong “jamaah…oh jamaah”. Alfred seperti menemukan kawan “sejenis” dalam diri “ustad” tersebut, makanya, Alfred sangat gemar dan candu sekali menyaksikan “ustad” tersebut di televisi, bahkan Alfred sudah menempel poster dari si “ustad” di kamar tidurnya, tentunya menjadi hal yang sangat aneh kan, tapi paling tidak, Alfred berusaha buat tobat, atau enggak yah? entahlah hanya Alfred dan Tuhan yang tahu, pokoknya sekarang hidupnya sudah lebih tenang deh di Tasikmalaya, biar pada tahu aja sih.

Sementara itu di Manhattan.

Di sebuah rumah sederhana di kawasan perumahan cluster khas bergaya Amerika, Paman Ben dan Bibi May mulai resah, Franky yang sedang menyamar menjadi Peter Parkel telah disengat oleh seekor laba laba merah yang telah tersiram atau bahasa kerennya mah terinfeksi serum mutasi genetika, memang orang yang mengantar Franky (Peter) yang belakangan diketahui adalah satpam dari STARK INDUSTRIES tidak tahu menahu mengenai virus ataupun laba-laba yang terinfeksi, pokoknya si satpam dapat perintah dari supervisornya Franky (Peter) bahwa dia harus segera mengantar salah satu pegawai yang pingsan di depan kamar mandi wanita dekat pantry dengan membawa sebuah alat pel, ketika supervisornya Franky (Peter) diberitahu tentang itu bukannya membela, si supervisor malahan menuduh Franky ingin menyamar menjadi OB dan pura pura membersihkan kamar mandi wanita supaya bisa mengintip wakil direktur Pepper Pot yang kebetulan saat itu sedang berkunjung ke divisi sains STARK INDUSTRIES untuk kepentingan rapat direksi, yang seharusnya dihadiri oleh Tono Stark sebagai pemilik perusahaan.

Paman Ben dan Bibi May yang tidak tahu menahu keadaan Peter (Franky) yang sebenernya (disangkain mati), Segera mengambil Kitab Suci dan membacakan nya di dekat Franky (Peter), dengan penuh khusyuk dan kesedihan, mereka berdua beriringan bak paduan suara membaca Kitab Suci dengan fasihnya, sambil berurai air mata, bagaimana tidak, mereka berdua telah kehilangan Peter Parkel selama 2 setengah tahun, tanpa kabar yang jelas, namun tiba-tiba Peter Parkel kembali dengan keadaan sehat walafiat ke hadapan mereka, senangnya bukan kepalang hati kedua pasangan yang belum di karuniai anak hingga usia tuanya ini, walaupun sebenarnya Peter Parkel yang ada dihadapan mereka sebenarnya adalah Franky Wen yang sedang menyamar, namun mereka belum mencurigai apapun, apalagi sekarang Peter Parkel (Franky Wen) sedang terbaring entah hidup entah mati di hadapan mereka, tentu saja hal ini membuat hati mereka kembali hancur, secara mereka sudah menganggap Peter Parkel seperti anak mereka sendiri.

Setelah selesai membaca Kitab Suci Paman Ben dan Bibi May tertunduk lemas di sofa, dan saat itu Peter (Franky) perlahan terbangun, dia membuka matanya dan mulai menggerakkan jari jemarinya, lalu segera duduk dan terheran heran, Paman Ben yang melihat kejadian menakjubkan itu langsung tenggelam dalam ledakan tangis dan segera memeluk Peter (Franky), Bibi May pun tak kalah histerisnya dengan langsung loncat dan memeluk mereka berdua sekaligus, suasana haru mememnuhi ruangan diiringi dengan alunan lagu

“Alhamdulillah, Wa Syukurillah, Bersyukur Pada Mu Ya Allah.

Kau jadikan kami saudara, indahnya lah kebersamaan”

Dari penyanyi Opick yang sempat ngehits dan sekarang namanya tenggelam bersama dengan munculnya band band lipsync khas Dahsyat dan Inbox yang sepertinya kurang punya kualitas jika dibandingkan dengan musisi seperti Padi, Dewa 19, Kla Project, Protonema, ataupun Ada Band (saat vokalisnya masih Baim).

Franky (Peter) yang terheran heran dengan tingkah Paman dan Bibinya tidak berusaha melepas pelukan kuat itu, di dalam hatinya Franky merasa, inilah yang dia perlukan, pelukan hangat dan tulus dari orang orang yang mencintainya, pelukan hangat layaknya pelukan kasih sayang kedua orang tua yang sudah lama tidak ia rasakan.

Masih di Manhattan.

Sudah dua minggu Franky (Peter) beristirahat dirumah, beberapa teman-teman kuliah Peter hanya menyampaikan “GWS” lewat Facebook ataupun Grup WA, karena selain mereka tidak terlalu akrab dengan Peter (Franky), mereka juga tidak tahu dimana Peter (Franky) tinggal, dan jelas sekali mereka enggan untuk bertanya, padahal kalau mereka mau tahu mereka tinggal minta Franky (Peter) untuk “share location” di grup WA-nya saja, kan?. Teman-teman kantornya pun tidak kalah “perhatian”, setelah supervisornya menelpon untuk menanyakan alasan sebenarnya Peter (Franky) pingsan di depan toilet wanita sambil memegang gagang pel, tidak ada lagi orang orang di kantornya yang menelpon atau sekedar mengucapkan “GWS” di FB, namun itu tentu saja tidak jadi soal buat Franky, karena memang dari kecil dia sudah biasa sendirian.

Pagi ini adalah hari ke 15 Franky (Peter) tidak masuk kerja, dengan kepala yang sedikit masih pusing setelah semalaman begadang nonton rekaman lengkanp acara Akademi Dangdut Indosiar di youtube, Franky turun dari kamarnya dengan sedikit terhuyung, berusaha mencari makanan di meja makan, namun tidak ada sedikitpun makanan yang dia temui, hanya ada secarik kertas diatas meja makan bertuliskan,

“Ter, Paman sama Bibi ada reuni sekolah temen temennya Paman dulu, kalo mau makan hutang dulu aja di warteg kharisma depan gang yah, nanti bilang aja sama mbak warteg nya masukin bon nya Pak Benyamin, gitu, Paman kamu udah 6.000.000 utangnya di warteg itu belom dibayar bayar, tuh, abis kata mbak nya ngga papa ngutang aja sampe banyak, gitu, baek banget yah mbak nya?”

Franky terharu membaca pesan tersebut, betapa susahnya kehidupan Paman dan Bibinya ini, ngutang di warteg sampai 6.000.000 segala, dengan inisiatif kuat, Franky langsung mengganti pakaiannya, menyudahi penyamarannya dan segera bergegas pergi, namun ketika sampai di depan pintu, ternyata ada tamu, dua orang pria berperawakan besar seperti satpam dan seorang lagi pria necis parlente dengan pakaian yang sangat mecing menggunakan kaca mata hitam, Franky tahu, orang itu adalah Tono Stark, namun Tono tidak tahu kalau yang di hadapannya itu adalah pemilik perusahaan besar Wen Korporat yang terkenal, dengan tebakan jitu Tono Stark langsung berkata,

“kamu pasti Peter Palker, kan?”

“iya, betul, anda ini siapa?” jawab Franky, berlagak tidak tahu

“gini, mas, saya denger dari si supervisor emas, katanya mas ini digigit laba-laba merah yang udah kesiram serum mutasi genetika yah kemarin?” tanya Tono dengan nada lembut

“iya, Pak, bener, terus kenapa?” jawab Franky

“hmm, mas sekarang ngerasa nya gimana? ngerasa kayak punya kekuatan laba-laba gitu ngga? bisa nempel di tembok gitu ngga?” tanya Tono Stark

“….ngga sih ya, kayaknya mah, malah saya pusing pusing nih Pak, boro boro dapet kekuatan laba-laba, malahan saya mah jadi lemes, ini baru kuat bangun nih, udah dua minggu lebih sehari tepar di tempat tidur” jawab Franky dengan jujur

“lah, aneh ya? berarti serumnya gagal itu kali ya?”

“lah, mana saya tahu pak, saya kan disana cuma motokopi doang, boro boro diikutin ke penelitian pak, asal bapak tahu aja nih yak” jawab Franky setengah kesal

“iya…iya…udah…jangan nangis yah, sabar aja” jawab Tono menenangkan dengan nada malas yang sarkastik.

Tanpa mempersilahkan Tono Stark masuk ke dalam rumah Paman dan Bibinya, Peter terus menanggapi pertanyaan-pertanyaan aneh seputar kekuatan laba-laba, jaring-jaring, melompat berayun,

terkurung terpenjara dalam gua

Di gunung tinggi sunyi tempat hukuman para dewa
Bertindak sesuka hati loncat ke sana ke sini
Hiraukan semua masalah di muka bumi ini
Dengan sehelai bulu dan rambut dari tubuhnya dia merubah menerpa menerjang segala apa yang ada
Walau halangan rintangan masih saja membentang tak jadi masalah dan takkan jadi beban pikiran
Berkelana stiap hari demi mendapat kitab suci dengan dukungan dari gurunya,
temukan jati diri, semua kan dihadapi
Dengan gagah berani walau aral rintangan setiap saat datang terpenuhi..

“WOI!…kok lu malah nyanyi deh? enak si lagunya, cuma gue ngga punya banyak waktu nih, gue mau bayar utang ke warteg, sekalian makan gue laper” hardik Franky (Peter) kepada Tono Stark yang entah tujuannya apa kok tiba tiba nge-rap lagunya serial kera sakti yang sempat populer tahun 2000-an dulu.

Tono Stark pun segera diam dan menunduk. Franky bergegas keluar dari teras rumah dan berjalan ke warteg dan sekitar 3 meter-an dari rumah, Tono Stark pun berteriak

“Hati hati yah!” teriaknya

Franky hanya terdiam dan terus berjalan

“FRANKY WEN!”

Franky Wen, begitu dia bilang, dan seketika itu pun Franky berdiri membeku, terhenti dari langkahnya menuju warteg, rasa lapar yang dia rasakan pun berganti menjadi perasaan mau berak dan seketika itu juga dia menoleh dengan perlahan, sangat perlahan, persis seperti menolehnya aktor aktor laga sekelas Barry Prima dan Advent Bangun.

“Tono…”

“Frank, kayaknya lu anggap gue ini bodoh yah?”

“Ton…”

“Lu kira gue ini bodoh? karena ngga tau penyamran lu? kalo Paman sama Bibi lu sih bisa lu bohongin, tapi gue?”

“TON!” hardik Franky

“Apaan sih?” Tanya Tono penasaran

“Tolong lemparin kunci rumah Paman gue dah, tuh masih nempel di pintu”

Tono pun melemparkan kunci rumah Paman Ben ke arah Franky, tanpa peduli penyamarannya telah terungkap Franky berjalan santai menuju Warteg Kharisma untuk makan dan bayar hutang, sementara Tono hanya bisa diam terpaku di halaman rumah Paman Ben, Tono pikir dengan mengungkap penyamaran Franky akan terjadi sesuatu yang dramatis entah itu pertarungan atau sekedar adu bacot, namun rasanya memang Franky bukan orang yang dramatis, sehingga dia hanya menoleh sebentar lalu malah minta diambilkan kunci rumah, Tono pun segera masuk ke mobilnya dan kembali ke kantor.

TAMAT.

 

PS : Kalo kalian sempet mampir ke warteg Khrisma, jangan lupa beli gorengan, bakwannya enak :p

Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Mimpi Bocah

Suatu kali dulu, dulu sekali, bapak menggambar dua ekor Rusa yang di trace dari majalah bobo dengan menggunakan kalkir, gue senang, senang sekali, bagaimana tidak, ingusan berumur kurang lebih lima tahun sekian bulan melihat goresan pulpen yang begitu nyata secara “live” itu seperti menonton pertunjukkan spektakuler saja. Sejak saat itu gue selalu meminta kertas kalkir itu untuk gue pakai trace ini itu, sampai gue mendapatkan “goresan” gue sendiri dan mulai menggambar manual secara sangat amatir (tetap amatir sampai sekarang).

Hidup berlalu, makin pendek, makin berat, makin beringas, makin ga karuan, tanpa gue hilangkan keinginan terdalam gue waktu kecil dulu, tanpa gue urungkan niatan gue waktu kecil dulu meskipun pernah dipatahkan dan di kecewakan beberapa perusahaan, namun setiap kekecewaan selalu ngebawa gue sama satu momen dimana gue inget bapak yang ngegambar Rusa jiplakan dari majalah bobo itu, gue suka nyengir sendiri dan selalu terfikir oleh gue “itu adalah awal dari semua kekacauan ini” gue mungkin terkesan sangat amatir, bodoh atau apalah yang kalian istilahkan dibanding dengan apa yang org seumuran gue punya, tapi gue selalu percaya, bukan sama diri gue, tapi sama keinginan masa kecil gue yang terpendam lama, sama apa yang mungkin sebenernya gue punya dan entah dimana? entah masih nyangkut di mana, tapi gue percaya.

Gue percaya bahwa, mimpi masa kecil gue itulah, yang suatu hari nanti, bakalan ngebawa gue kepada kebahagiaan, rohani ataupun material.

Maka ketika lo down, ketika lo ngerasa lo “jatoh” coba lihat diri lo lebih dalam, selami diri lebih dalam sampai kepada masa kecil lo dulu, ingatkan diri lo yang dewasa dan angkuh itu, “mau jadi apa dulu saya waktu kecil” dan ketika lo inget, bangun lah, tantang mimpi itu, sesungguhnya masa kecil tak kan bisa diulang toh, tapi mimpi itu masih akan tetap sama, seberapa tua pun umurmu.

Jangan mati sebelum kamu melihat dirimu sebagai anak umur lima tahun sekian bulan menggenggam bermiliar2 dolar uang dari hasil mimpi masa kecilmu.

Seperti kutipan di bawah dari sebuah twit tentang keislaman

@TeladanRasul : “Barangsiapa yang Allah berikan rezeki (potensi) dalam satu bidang maka hendaknya dia menekuninya.” (HR.Baihaqi)

Tagged ,

Ada kalanya, satu reaksi, buat segalanya jadi berarti

“Ada kalanya satu reaksi, buat segalanya jadi berarti”

sebuah punch line dari TVC campaign-nya A mild yang baru, dan (buat saya) itu apik sekali.

Ini sih analisa subjektif aja yah, sekali lagi ini subjektif aja yah.

Saya lupa tepatnya kapan pertama kali saya melihat iklan ini, yang pasti alur dalam cerita iklan ini cukup jelas saya tangkap, seorang anak muda urakan, dengan tatanan rambut agak keriting tak terawat, dandanan seadanya (cenderung agak dekil) dengan style everlasting (style casual nyaman tanpa celana mengkerecet atau baju-baju hebring ala pria-pria hipster masa kini ibukota Jakarta) yang kurang lebihnya dapat dikategorikan ke dalam “anak design” atau “seniman” mungkin lebih tepatnya, di iklan ini diperlihatkan telah selesai membuat sesuatu dalam sebuah frame (umunya yang ada di frame itu yah lukisan atau foto, tapi entah juga mungkin kalo tab di masukkan ke dalam frame jadi kita bisa nonton film di dalam frame kan, tapi saya akan lebih senang menganalogikan, kalau yang berada dalam frame itu adalah GAMBAR), lalu dengan lucunya si pemuda diperlihatkan berkeliling kota, atau bisa di katakan berkeliling dunia untuk memperlihatkan kepada orang-orang mengenai isi dalam frame tersebut, ada beberapa scene lucu yang saya lihat dalam TVC ini, ada kalanya si pemuda urakan tampak memperlihatkan frame kepada turis di sebuah air terjun, dan mereka geleng-geleng, mungkin sebagai penanda mereka tidak tertarik, lalu ada kalanya si pemuda juga memperlihatkan isi dalam frame kepada para pekerja kontraktor dan mereka juga memperlihatkan tanda-tanda tidak tertarik, dengan menggelengkan kepala mereka, bahkan ketika si pemuda urakan memperlihatkan gambar kepada seekor illama, illama itu pun buang muka, namun si pemuda urakan terus berjalan dan berkeliling entah menawarkan atau sekedar memperlihatkan kepada orang-orang tentang isi di dalam frame yang dia bawa, hingga si pemuda urakan tiba di sebuah kota yang kalau saya lihat dari tatanan bangunan dan lingkungannya kota ini agak mirip italia atau paris kali yah, yah pokoknya antara itu deh, di kota ini si pemuda urakan memperlihatkan frame kepada seorang wanita yang sedang duduk di dalam restoran, namun si wanita lagi-lagi menggelengkan kepalanya sebagai penanda menolak atau tidak tertarik, di sini lah si pemuda tertunduk layu sambil berjalan gontai ketika ada seorang wanita lain yang juga dari dalam restoran tampak keluar mengejar si pemuda lalu meminta si pemuda memperlihatkan frame kepadanya, ekspresi yang di buat si wanita memberikan pertanda kalau si wanita tampak tertarik dan mereka berdua pun tersenyum, lalu scene berganti dengan latar jalan raya di sebuah gurun dengan si pemuda urakan berjalan di sisi bahu jalan dan ketika ada sebuah mobil yang dengan jelas terihat ada dua orang wanita di dalamnya melintas, si pemuda urakan mengangkat frame memperlihatkannya ke arah dua orang wanita di dalam mobil yang sedang melintas tersebut, kedua wanita mengangkat tangannya menandakan seperti mereka peduli dan menunjukkan ekspresi kegembiraan, kamera zoom in ke wajah si pemuda urakan yang menampakkan ekspresi kepuasan lalu VO dengan copy write

“ada kalanya satu reaksi buat segalanya jadi berarti”

nah, abis deh TVC nya, mungkin untuk sebagian orang akan berfikir
“ih apaan sih nih iklan? Ngga jelas!”
atau sebagian lagi mungkin akan menilai
“wuih gila a mild buat iklan rokok aja sampe pake bule trus kayaknya keliling dunia tuh! Itu kan air terjunnya niagara falls, trus itu kan restoran kayak gitu ga ada tuh di Indonesia blablabla”
atau juga yang akan langsung mengganti saluran televisinya sambil mengeluh “ah elah lama banget sih iklannya”
tapi buat saya, ini iklan adalah sebuah cerminan, adalah sebuah keadaan yang saya sendiri pun (berdasarkan analisa subjektif saya yah tentunya) merasakan betul apa yang si pemuda urakan di atas rasakan. Kalau saya memposisikan diri saya sebagai si pemuda urakan maka akan saya dapati sebuah alur dimana :
saya, sebagai seorang self taught graphic designer (desain grafis yang belajar sendiri) atau dengan kata lain anak desain tanpa sejarah kepemilikan ijasah DKV dan tentunya embel-embel sarjana seni, yang baru saja selesai membuat sebuah karya kecil-kecilan (biasanya karya kecil-kecilan ini adalah sebuah tracing vector painting atau tracing digital painting atau hanya sekedar typhography yang memang langganan saya buat sebagai sarana untuk memperdalam ilmu desain saya, mengembangkanya, mengasah insting, dan tentunya sebagai sarana untuk promosi supaya bisa dapat kerjaan sampingan) kecenderungannya karya itu akan saya promosikan lewat website-website online portfolio, atau website-website populer lainnya, seperti deviantart.com, tumblr.com, behance.net, atau website-website blogging seperti wordpress dan blogspot, dan belakangan juga saya banyak mempromosikan karya-karya saya lewat instgram, nah setelah karya-karya saya masuk ke dalam web-web diatas, itulah saat dimana saya menunggu dengan penuh pertanyaan, menanti, dan mulai ketar-ketir, apakah orang-orang akan ada yang menghargai karya saya? Sekedar nge-reblog, nge-like, atau syukur-syukur comment positif soal karya yang sudah sya masukkan itu, dari sini apa kalian menangkap korelasinya?
Kegiatan saya yang meng-upload itu kan judulnya di website yah, di www (world wide web) yang notabene akan dapat dilihat oleh orang banyak, di seluruh belahan dunia, dengan catatan si orang itu punya akses internet, nah itu di gambarkan sangat jelas di dalam iklan a mild, dengan si pemuda yang berkeliling dunia memperlihatkan frame (atau isinya) ke orang-orang di seluruh dunia (sebenernya ini gue ngga bisa bilang seluruh dunia yah, cuma kan dari setting latarnya yang berubah-ubah kita bisa lihat kalau memang beda-beda, ada gurun pasir, ada bangunan tua khas Eropa, ada air terjun niagara, ada kontainer-kontainer di pelabuhan, dsb)

Saya rasa itulah cerminan yang berusaha di buat A mild dalam campaign TVC mereka yang baru itu, bagaimana kita (karena saya yakin, yang melakukan hal seperti saya di atas bukan cuma saya) baik sebagai desainer yang belajar sendiri ataupun desainer yang memiliki ijasah, sebagian besar pasti pernah berada dalam posisi si pemuda urakan, posisi dimana kita sudah membuat dengan serius sebuah karya sebagai “amunisi” yang kita buat untuk masuk lebih dalam ke industri kreatif ini.
Jadi kalau boleh saya gambarkan secara harafiah dan sempit menurut subjektifnya saya mungkin begini yah, si pemuda urakan adalah seorang seniman grafis yang baru saja menyelesaikan sebuah karya yang (menurut dia, apik) tentunya kalau dalam kehidupan nyata kita tidak mungkin juga kan bawa-bawa hasil cetakan keliling dunia cuma buat nanya ke orang-orang “pak menurut bapak ini gimana?”, jadi scene dimana si pemuda urakan keliling dunia untuk memperlihatkan karyanya ke orang-orang itu mungkin realistisnya adalah kita yang meng-upload karya kita ke deviantart, behance, tumblr, blog, fb, instagram, dsb yang memang secara tersirat kita ingin orang-orang melihat, mengapresiasi, atau syukur-syukur ada yang mau bayarin karya kita itu ya, ngga?

Luar biasa memang, keterbatasan yang di ciptakan undang-undang pariwara di negeri ini, membuat para pekerja kreatifnya bener-bener berfikir luar biasa untuk bisa membuat sebuah TVC kampanye periklanan, dan memang kok, rokok a mild itu lekat sekali hubungannya sama anak-anak muda yang berjiwa bebas, kurang lebih anti mainstream, penuh dengan terobosan, ngga suka diatur-atur, sedikit rebel, dan lain lain.

Sekian dari saya, udah mau jam 12 malem, sebatang dulu terus tidur…

Tagged , , , , , ,

Berdoa apa ngga sih sebenernya?

Apakah kamu menyukai jika kawan mu meminta sesuatu yang penting kepadamu dengan berteriak-teriak? Atau ada teman mu yang sangat butuh bantuanmu tp dia minta tolongnya dengan cara me-mention mu di twitter atau facebook status? Padahal keadaannya saat itu hape mu aktif dan sinyalnya “ngaceng” sangat, trus temen mu itu udah tau banget nomor handphone kamu,tapi tetep dia mention kamu di twitter utk minta pertolongan mu,kesel ga?
Gua sih jujur aja ya ini bukan pengalaman pribadi,cuma gua meng-analogikan aja keadaan ini ketika gua jumatan gua menjumpai banyak banget ustad2 yang berdoa sambil tereak-tereak sampe serak,sampe pekik telinga ngedengerin doanya yang ada di hati gua jg bukan tentu sebuah kata “amin” melainkan komentar sinis seperti “ini ngapa sih doanya bgini amat?!” Dan gua yakin bukan cm gua yang berfikiran seperti ini.

Yang satu lagi tentu saja berdasasarkan pengamatan gua terhadap temen2 gua yang bisa2nya gt di status facebook, bbm atau di twitter nulis “ya Allah mudahkan lah jalan ku” itu yang kayak bgitu entah miskin pendidikan atau kurang kasih sayang dari org tua yah? Padahal gua ngeliat temen2 gua yang kayak gt rata2 org mampu loh (ya jelas aja mereka berdoa lewat twitter for blackberry) otomatis mereka mampu dong beli sajadah? Yengga? Tapi kenapa masih dangkal aja ya pemikirannya mereka? Malah berdoa via twitter! Gua pernah ngomentarin satu org temen gua yang kayak gt malah di katain sok suci,homo,dsb…hahahaha.

Semakin jelas aja kalo anak2 yang berdoa via twitter itu otaknya dangkal dan kurang pendidikan dan yang pasti mereka kurang kasih sayang dr orang tua mereka. Yaiyalah,gua sih jujur aja,pendidikan agama gua emang minim yah cuma gua masih inget betul bahwa ada ayat (yang kurang lebih isinya bgini CMIIW) bilang “berdoalah di malam hari ketika org2 sudah tertidur dan berdoalah dengan suara yang pelan” (kurang lebihnya gt) nah kan…kalo memang org2 yang berdoa di twiiter atau ustad yang di masjid itu memang punya pendidikan yang baik,otaknya ga dangkal,dan kasih sayang dari orang tuanya cukup,pasti ga bakal lah berdoa sambil jerit2 apalagi memohon sama Allah di twitter! Hahahaha…twitter sendiri buatan yahudi,mana ada Allah dengerin doanya org twitteran,karena gua pun sangat yakin bahwa orang-orang yang berdoa di twitter itu pasti pas ngetik lagi rebahan sambil pake celana kolor! Boro2 inget solat,ngambil wudhu aja udah enggan kali. Gua cm berharap aja, mudah2an kedepannya umat Islam,terutama anak2 muda yang punya blackberry dan ustad2 baru yang ceramah di masjid,bisa lebih santun dan sopan lagi sm Allah,karena biar gimana juga Allah itu Tuhan,pencipta alam semesta,masa lo minta sama Allah di twitter atau sambil tereak2? Jangan bodoh lah

Tagged , ,