Tag Archives: AlQuran

Kitab Suci

Beberapa kali di sebuah sosial media terkemuka yang di kuasai oleh seorang pemuda bernama Mark gue melihat postingan yang cukup menggelitik, dalam postingan yang berbentuk gambar tersebut terdapat tulisan :

“baca doa-doa ini jika ingin rejeki mu lancar”

atau postingan bergambar lain seperti :

“baca ayat ini supaya rejeki mengalir deras”

dan seterusnya, bla bla bla

Tentu saja, apa yang ada di dalam postingan tersebut merefer kepada surat-surat yang terdapat dalam kitab suci Al Quran, kitab suci yang diturunkan kepada Rasul Allah, Muhammad (Sallahualaihi Wassalam) sekitar 1400 tahun yang lalu, yang konon, hingga saat ini, fungsi dan kandungan serta isi di dalam kitab suci tersebut belum berubah sama sekali (inshaallah, hanya Allah yang lebih tahu, tentunya) .

Jujur saja, gue mengernyitkan dahi ketika gue membaca isi di dalam postingan gambar tersebut, bagaimana tidak? sejak kapan sih Rasul Allah, Muhammad (Sallahualaihi Wassalam) mengedepankan umatnya membaca Al Quran untuk kepentingan kelancaran rejeki? yah, gue memang bukan pembaca setia Al Quran atau Hadist sih, tapi gue tahu persis, bahwa tujuan dari membaca ayat-ayat dan surat-surat yang ada di dalam Al Quran itu bukan semata mata untuk kepentingan seperti itu saja!. Kenapa gue bilang seperti ini? karena di sosial media terkemuka yang di kuasai oleh seorang pemuda bernama Mark itu, masih banyak juga orang-orang dengan pemikiran yang kurang maju, otomatis dengan munculnya postingan bergambar seperti yang gue sebutkan diatas, akan membuat orang-orang tersebut menjadi termotivasi untuk membaca ayat ataupun surat yang di maksud di dalam postingan, tentu saja menjadi suatu hal yang bagus, apabila seorang Muslim mau mulai membaca Kitab Sucinya, kan? tapi yang gue takutkan disini adalah, postingan bergambar yang gue maksud diatas justru hanya akan memotivasi seseorang (yang memiliki pemikiran sempit) untuk membaca Al Quran demi mendapatkan kekayaan dan harta yang berlimpah, jadi orang orang ini akan membaca Al Quran dan menghapalnya, namun mereka tidak betul betul mengetahui apa makna dan arti sesungguhnya dari apa yang mereka baca.

Fatalnya adalah, ketika mereka membaca mengulang-ulang ayat atau surat yang telah di tuliskan di dalam postingan, dan mereka tidak mendapatkan kekayaan atau rejeki yang berlimpah, maka apa yang terjadi? mereka akan berhenti membaca Al Quran, mereka akan berfikir bahwa cara yang mereka lakukan untuk menambah jumlah harta di rekening mereka ini salah, dan mereka perlu mencari cara yang lain, maka kembalilah Al Quran mereka mereka itu ke dalam rak buku dan dibiarkan disitu hingga berdebu.

Al Quran adalah pedoman hidup, sumber ilmu, firman Allah Subhanahuawataala, Al Quran adalah manual book, user guide bagi kita, manusia, untuk menjalani kehidupan.

Al Quran bukan buku mantra yang dengan membacanya kita bisa berubah menjadi super atau hebat, bukan, kawan, Al Quran seharusnya menjadi pedoman bagi kita semua untuk menggali rahasia kehidupan, Al Quran bukan buku sulap yang ketika kamu baca lalu besok hari nya rekening mu menjadi gendut, melainkan Al Quran adalah bagaimana cara yang seharusnya kamu lakukan untuk mendapatkan rejeki tersebut, dari mulai bangun pagi pagi, lalu memulai pekerjaan yang halal, hingga mengakhirinya dengan tawakal, sebuah sistematika yang jelas dan terstruktur dengan baik apabila kamu memahaminya, kalau masalah rejeki mengalir deras dan berlimpah, itu murni urusan Allah Subhanahuwataala, mutlak.

Gue menganalisa sendiri dari apa yang gue lihat di sekitar gue, masih banyak memang, orang-orang naif yang membaca Al Quran (atau sebagian daripada surat maupun ayat ayat yang ada di dalam Al Quran) untuk kepentingan diri pribadinya saja (yah, misalnya hanya membaca beberapa ayat saja karena yang bersangkutan diberitahu bahwa dengan membaca beberapa ayat itu maka dia akan menjadi kaya raya), banyak juga kok orang yang jadi mendadak rajin solat lima waktu karena ada iming iming seperti :

“solat subuh itu membuka pintu rejeki”

“solat dhuzur itu melancarkan rejeki”

“solat ashar tepat waktu doa akan dikabulkan Allah”

dan seterusnya dan seterusnya

Gue secara pribadi bukannya ngga percaya sama kekuatan solat, tapi kalo dihubung-hubungkan antara solat dan menjadi orang yang banyak rejeki gue sih mengernyit pasti, karena “solat itu menjaga hati lo dari perbuatan keji dan munkar, tentu saja apabila solat itu dilakukan dengan benar, tulus, dan khusyuk) hahahahaha, itulah kita, itulah manusia, harus banget tau imbalan baru deh mau ngelakuin sesuatu, dan kadang persepsi rejeki itu dekat sekali dengan kemakmuran, kekayaan, dan kemewahan duniawi yang terukur dengan jumlah kurs dolar maupun beratnya gram logam mulia,  banyak di sekitar gue yang ngga mengerti bahwa udara pagi yang segar dan bangun tidur dalam keadaan sehat walafiat disertai kentut yang lancar menggelegar itu juga termasuk rejeki! tak ternilai, coba aja, lo bangun tidur di sebuah area pegunungan yang udaranya nikmat bukan kepalang tapi lo ngga bisa kentut…sengsara lo!

Jadi gitu, sekali lagi, ini bukan lah tulisan tentang keagamaan yang mendalam, atau gimana gimana, gue juga bukan muslim yang taat, gue cuma muslim yang rada eneg aja sama beberapa orang (yang entah maksudnya apa) yang suka mengait-ngaitkan antara ibadah dan kekayaan harta atau kemewahan, karena bukan itu intinya ibadah, ibadah adalah kewajiban kita sebagai manusia, ibadah adalah tugas manusia di dunia, sebagaimana Allah berfirman :

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

karena Allah sudah menciptakan kita, ibadah yang termasuk di dalam nya solat dan membaca surat dan ayat ayat Al Quran adalah bentuk rasa syukur kita terhadap Allah Subhanahuwataala atas segala yang telah Dia berikan kepada kita, sekaligus menjadi media bagi kita untuk memahami bagaimana cara kerja alam semesta ini, bagaimana menjalani hidup supaya menjadi peribadi peribadi yang baik bagi diri sendiri maupun bagi lingkungan sekitar kita dan tentunya sebagai peringatan bagi kita, bagi umat manusia.

Jadi kalo ada yang bilang, “lo mau kaya sob? nih lo baca nih surat ini, ayat ini, setiap hari 3 kali, pas subuh, dzuhur, ama ashar, trus jangan lupa solat dhuha, solat dhuha manggil rejeki tuh”

ketawain aja, orang orang yang seperti itu kalo menurut gue sih mesti lebih banyak ikut acara-acara peng-kaji-an Al Quran  dan ngurang-ngurangin nonton acara-acara TV lokal terutama yang isinya “dakwah” murahan sekelas “ustad” pelawak.

Advertisements
Tagged , ,